PROGRES.ID – Laporan mengenai dugaan jatuhnya jet tempur siluman kedua milik Amerika Serikat di wilayah Iran hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya. Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut menegaskan bahwa informasi yang beredar di media masih bersifat belum terkonfirmasi.
Dalam keterangannya kepada media, sumber tersebut menyebut bahwa kabar mengenai kehancuran jet tempur F-35 Lightning II kedua masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
“Informasi yang beredar tentang jatuhnya F-35 kedua milik Amerika Serikat sejauh ini belum dapat dipastikan,” ujarnya.
Diduga Bagian dari Perang Informasi
Sumber tersebut juga tidak menutup kemungkinan bahwa kabar tersebut merupakan bagian dari strategi informasi.
Ia menilai penyebaran isu yang belum jelas kebenarannya bisa saja bertujuan mengalihkan perhatian dari insiden sebelumnya, yakni dugaan serangan terhadap F-35 pertama.
Menurutnya, pola penyebaran informasi yang kemudian dibantah kembali dapat menjadi bagian dari kampanye media yang disengaja.
Menunggu Konfirmasi Resmi
Lebih lanjut, sumber itu menegaskan bahwa otoritas Iran akan memberikan pernyataan resmi apabila benar terjadi insiden kedua yang melibatkan jet tempur AS.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait klaim tersebut, sehingga publik diminta untuk menunggu informasi yang telah diverifikasi.
Klaim Sebelumnya dari IRGC
Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah berhasil menembak sebuah jet tempur F-35 milik Angkatan Udara Amerika Serikat di wilayah udara Iran bagian tengah.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut pesawat tersebut dihantam oleh sistem pertahanan udara canggih Iran sekitar pukul 02.50 waktu setempat.
Namun demikian, IRGC juga mengakui bahwa nasib akhir pesawat tersebut masih dalam penyelidikan, meskipun kemungkinan jatuh disebut cukup tinggi.
Sistem Pertahanan Iran Disorot
IRGC juga menyatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti peningkatan signifikan dalam kemampuan sistem pertahanan udara Iran. Selain itu, mereka mengklaim telah berhasil menjatuhkan lebih dari 125 drone milik AS dan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung.
Meski begitu, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Situasi Masih Berkembang
Hingga kini, berbagai laporan terkait insiden yang melibatkan jet tempur F-35 masih simpang siur. Belum adanya bukti konkret membuat informasi yang beredar perlu disikapi dengan hati-hati.
Perkembangan terbaru terkait klaim ini masih dinantikan, seiring meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya di kawasan.










