PROGRES.ID – Hizbullah melancarkan serangkaian serangan balasan ke sejumlah wilayah Israel setelah eskalasi militer di perbatasan Lebanon kembali memanas. Kelompok itu mengklaim telah menyerang sasaran militer Israel di Lebanon selatan, sekaligus meluncurkan rudal jarak jauh ke beberapa kota penting, termasuk Tel Aviv, Ashdod, dan Kiryat Shmona pada Kamis (9/4/2026).
Dalam pernyataan resminya di Telegram, Hizbullah menyebut serangan di wilayah Lebanon berhasil menghantam sejumlah tank Israel. Kelompok tersebut mengklaim serangan itu menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di pihak lawan, meski belum ada konfirmasi independen terkait jumlah korban.
Media Israel melaporkan rudal jarak jauh ditembakkan dari wilayah Lebanon menuju kawasan tengah dan selatan Israel. Sejumlah laporan menyebut rudal yang digunakan diduga bertipe Scud-D, meski informasi itu belum dipastikan secara resmi.
Serangan tersebut disebut memicu suara ledakan keras di sejumlah titik, termasuk di sekitar Bandara Ben Gurion. Otoritas Israel belum memberikan rincian lengkap mengenai dampak serangan, sementara sistem pertahanan udara dilaporkan aktif mencegat proyektil yang masuk.
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah serangan udara Israel menghantam sejumlah wilayah sipil dan kawasan padat penduduk di Lebanon. Serangan itu memicu kecaman dari berbagai pihak internasional yang menyoroti risiko jatuhnya korban sipil lebih besar serta meluasnya konflik di kawasan.












