PROGRES.ID – Serangan rudal besar-besaran dari Iran dan kelompok militan Lebanon, Hezbollah, mengguncang wilayah Israel sejak 11 hingga 12 Maret 2026. Gelombang serangan tersebut membuat warga hidup dalam ketakutan di tengah suara sirene peringatan yang terus meraung di berbagai kota.
Serangan dilaporkan berasal dari Iran serta wilayah Lebanon selatan yang menjadi basis Hizbullah. Rudal berdaya ledak tinggi menghantam sejumlah wilayah yang berada di bawah kendali Israel, memicu kepanikan warga yang bergegas mencari perlindungan di bunker.
Sebagian warga berhasil mencapai tempat perlindungan, namun sejumlah laporan menyebutkan ada korban tewas dan luka akibat rudal yang jatuh dengan cepat dan menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Beberapa Kota Dilaporkan Terdampak
Informasi yang beredar menyebutkan beberapa rudal Iran menghantam sejumlah wilayah, termasuk daerah utara Palestina yang diduduki Israel serta kota-kota seperti Qalqilya, Herzliya, dan Tel Aviv.
Dentuman ledakan terdengar di berbagai lokasi, sementara sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat proyektil yang datang secara bertubi-tubi.
Bagian dari Operasi “Janji Sejati 4”

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa peluncuran rudal tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-40 operasi militer yang mereka sebut “Janji Sejati 4”.
Operasi tersebut disebut sebagai respons terhadap eskalasi konflik yang terus meningkat antara Iran, sekutunya di kawasan, dan Israel.
Hizbullah Klaim Serang Pangkalan Militer Israel
Sementara itu, dalam pernyataan resmi, Hezbollah mengklaim telah menargetkan sejumlah fasilitas militer Israel di wilayah utara.
Kelompok tersebut menyatakan telah meluncurkan rentetan rudal canggih ke pangkalan militer Nasharim yang berada di tenggara Haifa. Selain itu, mereka juga mengklaim mengerahkan sejumlah drone serang untuk menargetkan kompleks sistem pertahanan milik Rafael Advanced Defense Systems di utara kota tersebut.
“Kami menargetkan pangkalan Nasharim di tenggara Haifa dengan rentetan rudal canggih serta menyerang kompleks sistem pertahanan Rafael dengan sejumlah drone serang,” demikian pernyataan Hizbullah.
Serangan beruntun ini menandai salah satu eskalasi paling intens dalam konflik terbaru di Timur Tengah, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan lintas wilayah dalam beberapa hari terakhir.












