PROGRES.ID – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan gelombang serangan terbaru dalam operasi militer yang mereka sebut Operation True Promise 4. Serangan ini diklaim menargetkan sejumlah titik strategis di wilayah Israel, termasuk fasilitas vital dan pusat militer.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Headquarters yang mengungkap detail gelombang ke-64 dari operasi balasan Iran.
Bandara Ben Gurion hingga Haifa Jadi Sasaran
Dalam serangan terbaru ini, Iran menyebut telah membidik berbagai lokasi penting di wilayah tengah dan utara Israel.
Beberapa target utama yang disebut antara lain:
- Ben Gurion Airport, yang disebut sebagai pusat operasional militer dan logistik
- Kawasan industri dan kilang minyak di Haifa
- Wilayah permukiman dan fasilitas strategis di Rishon LeZion
Iran mengklaim bahwa serangan tersebut menggunakan berbagai sistem persenjataan canggih, termasuk rudal balistik jenis Qadr, Emad, dan Khaybarshakan.
Selain itu, Iran juga mengerahkan drone tempur multi-hulu ledak Khorramshahr untuk meningkatkan daya hancur serangan.
Armada Kelima AS Ikut Jadi Target
Tak hanya Israel, Iran juga menyatakan telah menargetkan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan.
Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa United States Fifth Fleet turut menjadi sasaran serangan menggunakan rudal jarak menengah berbahan bakar cair dan padat.
Langkah ini menandai eskalasi konflik yang semakin meluas, dengan keterlibatan langsung kepentingan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Jutaan Warga Israel Masuk Bunker
Iran juga mengklaim dampak besar dari serangan tersebut terhadap kehidupan warga Israel.
Sejak gelombang serangan sebelumnya, lebih dari lima juta warga Israel disebut terpaksa berlindung di bunker atau tempat perlindungan darurat untuk menghindari serangan rudal dan drone.
Situasi ini mencerminkan meningkatnya tekanan psikologis dan keamanan di dalam negeri Israel akibat serangan beruntun.
Iran Berhasil Patahkan Mitos Keunggulan F-35
Dalam pernyataan yang sama, Iran juga menegaskan keberhasilan mereka dalam mengembangkan sistem pertahanan udara modern.
Mereka mengklaim telah meruntuhkan anggapan bahwa jet tempur siluman F-35 Lightning II tidak dapat dikalahkan. Terbukti, jet tempur ini berhasil ditembak jatuh hingga terpaksa mendarat darurat di pangkalan di wilayah Timur Tengah. AS mengonfirmasi jet tempur tersebut tertembak dan pilot berhasil selamat.
Menurut Iran, hal ini dicapai melalui pengembangan teknologi pertahanan udara canggih yang terintegrasi dalam sistem nasional mereka.
Pesan Keras untuk AS dan Israel
Di akhir pernyataan, Iran menyampaikan peringatan tegas kepada pihak yang mereka sebut sebagai musuh.
Teheran menegaskan bahwa kerugian nyata di lapangan tidak bisa ditutupi oleh narasi atau propaganda di media.
Pesan ini menandakan bahwa Iran siap melanjutkan operasi militer dan meningkatkan intensitas serangan jika konflik terus berlanjut.
Dengan eskalasi terbaru ini, situasi di Timur Tengah semakin tidak menentu dan berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Media Israel: Tiga lokasi sensitif di wilayah Haifa dihantam rudal Iran.
Channel 15: Dengan persetujuan sensor: Dalam serangan rudal terbaru dari Iran, terjadi kerusakan pada kilang minyak di Haifa.
Channel 14: Di Iran, mereka merayakan gambar-gambar dari Israel dan mengatakan ini adalah pembalasan atas serangan kemarin terhadap fasilitas gas.










