Iran Klaim Hancurkan 80% Radar Strategis Militer AS di Timur Tengah, Citra Satelit Ungkap Kerusakan Besar

favicon progres.id
ali salem air base
Citra satelit menunjukkan kerusakan parah di Ali Salem Air Base, Kuwait (Sumber: Tasnim News)

PROGRES.ID – Serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah disebut menimbulkan kerusakan besar. Berdasarkan analisis citra satelit terbaru, lebih dari 80 persen radar strategis milik AS serta sejumlah fasilitas penting di pangkalan militer regional dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC dalam laporan resmi ke-40 setelah pelaksanaan operasi militer yang mereka sebut Operation True Promise 4.

Serangan Terkoordinasi ke Empat Pangkalan AS

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, IRGC menyebutkan bahwa unit angkatan laut mereka melakukan serangan presisi secara bersamaan terhadap empat pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Serangan itu dilakukan oleh unit rudal dan drone milik angkatan laut IRGC yang menargetkan berbagai fasilitas strategis di pangkalan militer AS.

Empat pangkalan yang disebut menjadi sasaran serangan tersebut antara lain:

  • Al Dhafra Air Base
  • Al-Udairi Helicopter Airbase
  • Ali Al Salem Air Base
  • Sheikh Isa Air Base

Menurut IRGC, serangan tersebut menargetkan pusat komando dan kendali, menara pengatur lalu lintas udara, gudang sistem pertahanan udara, fasilitas logistik, serta depot peralatan militer.

Gunakan Rudal Balistik dan Drone Tempur

Dalam operasi tersebut, Iran mengerahkan berbagai jenis persenjataan canggih, termasuk rudal balistik presisi, rudal jelajah dengan hulu ledak generasi baru, serta drone penghancur.

IRGC mengeklaim bahwa kombinasi senjata tersebut berhasil menghantam sasaran dengan tingkat akurasi tinggi.

Citra satelit yang dianalisis setelah serangan disebut menunjukkan bahwa sebagian besar radar strategis milik militer Amerika di kawasan tersebut mengalami kerusakan serius.

Ketegangan Dipicu Pembunuhan Pemimpin Iran

Eskalasi konflik ini bermula setelah serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut terjadi setelah terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior serta warga sipil.

Operasi militer tersebut melibatkan serangan udara luas yang menyasar berbagai wilayah di Iran, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur sipil. Akibatnya, banyak korban jiwa serta kerusakan besar pada berbagai fasilitas penting.

Iran Luncurkan Operasi Balasan

Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran meluncurkan gelombang serangan balasan terhadap posisi militer Amerika Serikat dan Israel.

Serangan itu dilakukan dengan menggunakan rudal balistik serta drone tempur yang diarahkan ke berbagai target di wilayah Israel maupun pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Konflik yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran internasional karena berpotensi memperluas ketegangan geopolitik di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *