Iran Terima Gelombang Pertama Dana Rp49 Triliun dari UEA, Bagian dari Kesepakatan Keuangan Regional

Penulis: Tim Progres.id
Editor: Mukhtar Amin
bandara mehrabad teheran
Bandar Udara Internasioanl Mehrabad, Teheran, Iran (Foto: ZborDirect)

PROGRES.ID – Iran dilaporkan telah menerima pencairan tahap awal aset valuta asing senilai sekitar 3 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp49 triliun. Dana tersebut tiba di Teheran dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian dari kesepakatan keuangan yang lebih luas antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA).

Laporan yang dikonfirmasi pada Senin menyebutkan bahwa transfer dana tersebut merupakan langkah pertama dari mekanisme pelepasan aset Iran yang disimpan di luar negeri. Kesepakatan itu disebut dirancang untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan, sebuah pesawat pribadi milik UEA jenis Boeing 737-7JZ BBJ dengan registrasi A6-RJF melakukan penerbangan langsung dari Abu Dhabi menuju Teheran pada pekan lalu.

Pesawat tersebut dilaporkan mendarat di Bandara Mehrabad setelah menempuh jalur penerbangan yang melewati sejumlah pembatasan lalu lintas udara regional. Menurut laporan yang beredar, penerbangan itu membawa dana yang menjadi bagian dari proses pengembalian aset Iran.

Skema yang disepakati antara Teheran dan Abu Dhabi disebut mengatur pencairan aset secara bertahap. Langkah tersebut memungkinkan dana Iran yang tersimpan di luar negeri dilepas secara berkala sesuai tahapan yang telah ditentukan kedua pihak.

Transfer tahap pertama ini juga dinilai bertolak belakang dengan sejumlah pernyataan resmi Amerika Serikat yang sebelumnya membantah atau meragukan sebagian aspek pembahasan terkait aset Iran.

Sumber-sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa UEA telah menyatakan komitmen untuk memfasilitasi pelepasan aset Iran dalam jumlah yang jauh lebih besar pada tahap berikutnya.

Secara keseluruhan, nilai aset yang berpotensi dicairkan diperkirakan berada di kisaran 10 miliar hingga 20 miliar dolar AS. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, langkah itu dapat menjadi salah satu transfer aset terbesar yang diterima Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan tersebut dipandang sebagai sinyal menghangatnya kerja sama ekonomi antara Teheran dan Abu Dhabi, sekaligus mencerminkan upaya kedua negara untuk memperkuat stabilitas keuangan di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *