PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang melanggar aturan pelayaran di kawasan strategis Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, yang memperingatkan bahwa setiap aktivitas maritim yang tidak mematuhi ketentuan yang ditetapkan angkatan laut Iran akan menghadapi risiko serius.
Mohebbi menegaskan tidak ada perubahan dalam sistem pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Ia memastikan bahwa kapal sipil maupun komersial tetap dapat melintas dengan aman selama mengikuti prosedur yang ditentukan serta berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Ia juga membantah sejumlah pernyataan dari pihak Amerika Serikat dan lembaga internasional seperti UK Maritime Trade Organization yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
IRGC menekankan pentingnya kepatuhan dari perusahaan pelayaran dan asuransi terhadap aturan yang berlaku, guna menjaga keamanan jalur laut yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz, menyusul kebijakan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Selain itu, langkah penguatan kontrol juga disebut berkaitan dengan arahan terbaru dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang menekankan perlunya pengelolaan baru di kawasan Teluk Persia.
Dalam arahannya, Khamenei menegaskan bahwa pihak asing yang dianggap memiliki kepentingan negatif tidak memiliki tempat di wilayah tersebut. Ia juga menyebut Iran akan terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan serta memastikan keamanan negara-negara di sekitarnya tanpa campur tangan pihak luar.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia, sehingga setiap kebijakan atau ketegangan di kawasan ini berpotensi berdampak luas terhadap pasar energi global.












