PROGRES.ID – Konflik Iran versus Amerika Serikat–Israel kian memanas. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa pasukan angkatan lautnya berhasil menghancurkan radar strategis milik Amerika Serikat jenis AN/FPS-132 di wilayah Asia Barat, tepatnya di Qatar, pada dini hari Selasa (04/03/2026).
Klaim ini menjadi babak baru dalam eskalasi perang, karena sistem radar tersebut dikenal sebagai bagian penting dari jaringan peringatan dini dan pertahanan rudal Amerika di kawasan Timur Tengah.
Drone Hermes 900 Israel Ditembak Jatuh
Tak hanya itu, pertahanan udara IRGC juga dilaporkan sukses menjatuhkan pesawat nirawak Israel jenis Hermes 900 di Provinsi Khuzestan.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, Iran mengklaim telah menembak jatuh sedikitnya 27 drone Israel yang beroperasi di wilayah udaranya.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi defensif Iran untuk mengurangi dominasi pengintaian dan serangan presisi jarak jauh yang selama ini menjadi andalan militer Israel.
Kerugian Infrastruktur Israel Tembus Rp5,5 Miliar
Sementara itu, media Israel berbahasa Ibrani melaporkan bahwa kerugian akibat kerusakan infrastruktur selama tiga hari pertama perang mencapai sekitar 100 juta shekel atau setara Rp5,5 miliar.
Kerusakan tersebut meliputi bangunan, fasilitas publik, serta sejumlah instalasi penting yang terdampak serangan rudal balasan Iran.
Serangan intensif ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada operasi militer semata, tetapi juga berdampak langsung pada sektor sipil dan ekonomi.
Perang Masih Jauh dari Kata Usai
Memasuki hari keempat pertempuran, belum terlihat tanda-tanda de-eskalasi. Serangan dan serangan balasan terus berlangsung, baik melalui rudal balistik, drone, maupun operasi militer laut dan udara.
Analis keamanan menilai bahwa jika situasi ini terus berlanjut, dampaknya bisa meluas ke kawasan Teluk dan mengganggu stabilitas energi global.
Dengan klaim penghancuran radar AS dan puluhan drone Israel yang ditembak jatuh, Iran berupaya menunjukkan bahwa mereka masih mampu bertahan sekaligus memberikan tekanan balik yang signifikan.












