PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone milik Israel di wilayah udara Iran bagian selatan pada Rabu sore. Dalam pernyataannya, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata sementara akan dibalas secara tegas.
Dalam keterangan resmi, IRGC mengonfirmasi bahwa drone jenis Hermes 900 berhasil dihancurkan di atas Provinsi Fars, tepatnya di wilayah Lar. Drone tersebut disebut dilumpuhkan menggunakan sistem pertahanan dirgantara terbaru yang terintegrasi dengan jaringan pertahanan udara nasional Iran.
IRGC menegaskan bahwa setiap pelanggaran wilayah udara oleh pesawat Amerika Serikat maupun Israel, termasuk tanpa misi tempur, akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan mendapat respons langsung.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran pada 28 Februari, menyusul terbunuhnya pemimpin Revolusi Islam Iran dan sejumlah pejabat militer serta warga sipil.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran meluncurkan serangan terhadap berbagai posisi militer AS dan Israel di kawasan. Iran mengklaim serangan tersebut menunjukkan kemampuan militernya dalam memberikan respons efektif, sekaligus menyebabkan kerusakan signifikan pada aset lawan.
Di tengah eskalasi tersebut, tercapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan melalui mediasi Pakistan. Dalam periode ini, kedua pihak dijadwalkan menggelar perundingan di Islamabad dengan menggunakan proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar pembahasan.
Proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan utama, termasuk penarikan pasukan AS dari kawasan, pencabutan sanksi, serta pengakuan atas kendali Iran di Selat Hormuz.
Sementara itu, Supreme National Security Council menegaskan bahwa konflik yang terjadi justru memperkuat posisi Iran, sehingga mendorong Amerika Serikat untuk menerima negosiasi.
Iran juga menekankan bahwa proses perundingan bukan akhir dari konflik, melainkan bagian dari kelanjutan strategi melalui jalur diplomasi, dengan tetap menunjukkan sikap waspada terhadap Amerika Serikat.










