PROGRES.ID – Militer Israel menyatakan telah menyerang sebuah fasilitas yang disebut terkait dengan pengembangan senjata kimia di Iran, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kini melibatkan banyak pihak.
Pasukan Pertahanan Israel menyebut serangan tersebut menargetkan sebuah pabrik milik Tofiq Daru yang dituduh memasok bahan kimia berbahaya ke organisasi riset pertahanan Iran yang disebut terlibat dalam pengembangan senjata kimia. Israel mengklaim serangan itu berdampak pada kemampuan produksi senjata kimia Iran.
Selain itu, militer Israel juga mengumumkan tewasnya seorang perwira teknik senior Pasukan Quds Iran bernama Mahdi Vafaei dalam serangan udara di wilayah Iran tengah. Menurut Israel, Vafaei berperan dalam pembangunan fasilitas militer bawah tanah di Suriah dan Lebanon yang digunakan untuk menyimpan persenjataan canggih.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman menyatakan telah meluncurkan serangan rudal balistik baru yang menargetkan lokasi-lokasi penting di wilayah selatan Israel. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap sekutu mereka di kawasan, termasuk Iran, Irak, Lebanon, dan Palestina.
Houthi juga memperingatkan bahwa mereka akan terus meningkatkan serangan jika konflik terus meluas, terutama jika Laut Merah digunakan sebagai jalur operasi militer terhadap Iran. Kelompok tersebut sebelumnya juga menyatakan siap ikut terlibat langsung jika lebih banyak negara bergabung dalam perang melawan Iran.
Sementara itu, Iran membantah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Teheran ingin melakukan gencatan senjata. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa posisi Iran tidak berubah dalam mempertahankan wilayahnya dari serangan.
Di tengah konflik yang semakin luas, militer Amerika Serikat dilaporkan menambah jumlah pesawat serang A-10 Warthog di Timur Tengah. Pesawat ini dikenal sebagai pesawat serang darat yang digunakan untuk mendukung pasukan darat dan menghancurkan target kendaraan lapis baja serta posisi militer di darat.
Pesawat A-10 disebut akan digunakan dalam operasi militer di sekitar Selat Hormuz atau Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak Iran, seiring meningkatnya kemungkinan operasi darat di kawasan tersebut.
Di Lebanon selatan, serangan udara Israel dilaporkan menewaskan sejumlah orang, sementara Hizbullah mengumumkan serangkaian serangan balasan menggunakan roket, drone, dan artileri ke posisi militer Israel di perbatasan.
Ketegangan juga meluas ke Teluk. Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran dilaporkan menghantam kapal tanker bahan bakar di perairan Qatar, meskipun seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Sementara itu, kelompok paramiliter Irak, Popular Mobilization Forces, menyatakan seorang komandannya tewas dalam serangan udara yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah Irak utara.
Di sisi lain, militer Israel juga mengklaim telah membunuh komandan senior Hizbullah di Beirut yang disebut bertanggung jawab atas operasi militer di Lebanon selatan.
Dalam perkembangan lain, militer Amerika Serikat dilaporkan kehilangan sejumlah drone MQ-9 Reaper sejak konflik dengan Iran meningkat. Drone tersebut merupakan pesawat tanpa awak yang digunakan untuk pengintaian dan serangan presisi.
Serangan rudal Iran juga terus berlanjut, dengan militer Israel melaporkan puluhan rudal ditembakkan ke berbagai wilayah Israel menjelang hari raya Yahudi Paskah, yang memicu sirene peringatan dan membuat warga berlarian ke tempat perlindungan.
Di Iran, ribuan warga menghadiri prosesi pemakaman komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran yang tewas akibat serangan terbaru. Pemerintah Iran menyatakan siap mengakhiri perang jika ada jaminan bahwa serangan terhadap negara itu tidak akan terulang.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menyatakan bahwa rakyat Iran tidak memusuhi rakyat Amerika, tetapi menyalahkan pemerintah Amerika Serikat atas perang yang terjadi saat ini. Ia menegaskan Iran akan terus mempertahankan negaranya dari serangan luar.












