PROGRES.ID – Jumlah tentara Amerika Serikat yang gugur dalam konflik bersenjata dengan Iran kembali bertambah. United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi total enam prajurit AS tewas hingga Senin (2/3/2026) waktu setempat.
Kabar terbaru menyebutkan dua anggota militer yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah fasilitas militer yang menjadi target awal serangan rudal Iran.
Dua Prajurit Sempat Hilang, Kini Dipastikan Gugur
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menjelaskan bahwa jasad dua prajurit ditemukan di lokasi yang sebelumnya dihantam rudal Iran pada fase awal konflik.
“Hingga pukul 16.00 ET, 2 Maret, tercatat enam prajurit AS telah gugur dalam tugas. Pasukan kami baru saja menemukan jenazah dua anggota militer yang sebelumnya tidak teridentifikasi keberadaannya di fasilitas yang terkena serangan awal Iran,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Sesuai prosedur militer Amerika Serikat, identitas para korban belum diumumkan ke publik demi memberi waktu kepada keluarga untuk menerima pemberitahuan resmi.
Tiga Korban Pertama Tewas Saat Operasi di Yaman
Sehari sebelumnya, CENTCOM telah mengumumkan tiga korban jiwa pertama dalam konflik ini. Mereka gugur saat menjalankan Operasi Epic Fury di Yaman—misi militer yang menargetkan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Operasi tersebut juga menyebabkan lima personel lainnya mengalami luka berat, memperlihatkan betapa intensnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
3 Jet Tempur F-15E Jatuh di Kuwait, Diduga Salah Tembak

Di tengah meningkatnya korban jiwa, insiden lain yang tak kalah mengejutkan terjadi di wilayah udara Kuwait. CENTCOM mengonfirmasi tiga jet tempur F-15E Strike Eagle jatuh akibat insiden friendly fire atau salah tembak oleh sistem pertahanan sekutu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (1/3/2026) sekitar pukul 23.03 waktu setempat. Ketiga jet tengah menjalankan misi dukungan untuk Operasi Epic Fury ketika wilayah udara Kuwait diserbu oleh kombinasi serangan Iran berupa jet tempur, rudal balistik, dan drone.
Dalam situasi pertempuran yang sangat kacau dan penuh tekanan, sistem pertahanan udara Kuwait diduga salah mengidentifikasi pesawat AS sebagai ancaman. Tembakan yang dilepaskan akhirnya menghantam ketiga jet tersebut.
Beruntung, para pilot dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
Medan Perang Makin Panas
Insiden salah tembak ini menggambarkan betapa kompleks dan berbahayanya situasi perang yang tengah berlangsung. Koordinasi antarsekutu diuji di tengah gempuran masif dari Iran, sementara risiko kesalahan identifikasi meningkat drastis dalam pertempuran udara yang padat.
Dengan total enam prajurit tewas, sejumlah personel luka berat, serta jatuhnya tiga jet tempur, konflik ini menunjukkan eskalasi yang semakin serius dan berpotensi meluas.
Perkembangan terbaru di Timur Tengah kini menjadi sorotan global, terutama terkait stabilitas kawasan, keselamatan pasukan koalisi, serta kemungkinan respons lanjutan dari Iran maupun Amerika Serikat.












