PROGRES.ID – Media di Israel mulai menyoroti kondisi internal negara yang dinilai semakin tertekan di tengah dinamika politik dan keamanan. Harian Haaretz dalam laporannya menyebut masyarakat Israel mengalami tingkat perpecahan yang kian dalam, seiring kebijakan yang diambil Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam ulasan tersebut, Haaretz juga menggambarkan kondisi militer Israel yang disebut menghadapi tantangan serius, sementara situasi secara keseluruhan dinilai berada dalam fase kritis.
Media tersebut bahkan menyinggung masa depan kepemimpinan Netanyahu, dengan menyatakan bahwa perubahan politik dinilai tak terelakkan. Namun, laporan itu juga mengisyaratkan kekhawatiran bahwa dampak kebijakan saat ini bisa meninggalkan konsekuensi jangka panjang bagi negara.
Di sisi lain, perkembangan politik terbaru menunjukkan Presiden Israel, Isaac Herzog, dilaporkan tidak mendukung pemberian pengampunan kepada Netanyahu terkait sejumlah kasus hukum yang menjeratnya.
Herzog sebelumnya mengusulkan opsi penyelesaian hukum sebagai jalan keluar dari polemik tersebut. Skema itu mengharuskan Netanyahu mundur dari jabatan politik sebagai bagian dari kesepakatan, meski langkah tersebut dinilai kecil kemungkinan akan diterima.
Situasi ini mencerminkan tekanan yang terus meningkat di internal Israel, baik dari sisi politik maupun institusi negara, di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi.












