Thomas Massie Soroti Perang dan Pengaruh Israel Usai Kalah di Pemilu Internal Partai Republik

favicon progres.id
Thomas Massie
Thomas Massie (Foto: Spectrum News)

PROGRES.ID – Politikus Partai Republik Thomas Massie menyampaikan kritik keras terhadap keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik luar negeri usai mengakui kekalahannya dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik melawan Ed Galaren.

Dalam pidato usai hasil pemilu internal diumumkan, Massie menegaskan penolakannya terhadap kebijakan perang dan intervensi luar negeri yang selama ini dijalankan Washington.

“Tidak ada lagi perang. Kita tidak akan berperang demi negara lain. Rakyat sudah lelah dengan intervensi di luar negeri. Sudah saatnya mengutamakan Amerika,” ujar Massie dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut segera memicu perhatian luas di media sosial dan kalangan politik Amerika Serikat, terutama karena Massie selama ini dikenal sebagai salah satu anggota Kongres yang kerap mengkritik bantuan militer AS ke luar negeri.

Di tengah sorotan atas kekalahannya, penulis Amerika Cami Davis juga melontarkan tudingan bahwa kekalahan Massie dipengaruhi kekuatan finansial kelompok pro-Israel di Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Davis menyebut tiga miliarder Yahudi pro-Israel, termasuk Miriam Adelson, menggunakan pengaruh dan dana besar untuk menjatuhkan Massie dari panggung politik.

Menurut Davis, Massie bukan disingkirkan karena kasus hukum atau skandal politik, melainkan karena sikapnya yang menolak tunduk pada pengaruh Israel dalam politik Amerika Serikat.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak yang disebut dalam tudingan tersebut.

Isu pengaruh lobi pro-Israel dalam politik AS memang telah lama menjadi perdebatan di Washington, terutama terkait kebijakan bantuan militer, dukungan diplomatik, dan posisi Amerika Serikat terhadap konflik di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *