Trump Pertimbangkan Sanksi ke NATO Akibat Tidak Bantu Perang Iran

favicon progres.id
donald trump
Presiden AS Donald J Trump (TruthSocial)

PROGRES.ID – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mengkaji langkah penyesuaian kebijakan terhadap negara-negara anggota NATO yang dinilai tidak memberikan dukungan selama konflik dengan Iran.

Mengutip laporan The Wall Street Journal, opsi yang dibahas mencakup pemindahan pasukan militer AS dari sejumlah negara Eropa ke negara lain yang dianggap lebih kooperatif terhadap operasi Washington.

Rencana tersebut disebut lebih moderat dibandingkan wacana sebelumnya yang sempat mengemuka, yakni penarikan penuh AS dari NATO—langkah yang secara hukum memerlukan persetujuan Kongres.

Selain relokasi pasukan, pemerintah AS juga mempertimbangkan penutupan pangkalan militer di setidaknya satu negara Eropa. Spanyol dan Jerman disebut sebagai lokasi yang berpotensi terdampak kebijakan tersebut.

Saat ini, sekitar 84.000 personel militer AS ditempatkan di berbagai negara Eropa. Keberadaan pangkalan tersebut tidak hanya penting bagi operasi global militer AS, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi bagi negara tuan rumah.

Ketegangan dengan NATO semakin terlihat setelah pernyataan dari Gedung Putih. Juru bicara Karoline Leavitt menyampaikan kekecewaan terhadap sikap aliansi tersebut.

Ia menilai negara-negara NATO tidak menunjukkan dukungan yang memadai selama beberapa pekan terakhir, meski selama ini mendapat manfaat dari pembiayaan pertahanan oleh Amerika Serikat.

Trump sendiri menyatakan kekecewaan serupa dan menyebut sikap NATO sebagai sesuatu yang sulit dilupakan. Ia juga menegaskan bahwa AS tidak bergantung pada bantuan aliansi tersebut dalam konflik dengan Iran.

Namun, pejabat Eropa membantah kritik tersebut. Mereka menyatakan tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sebelum konflik dimulai, sehingga respons kolektif sulit dilakukan dalam waktu singkat.

Sejumlah negara bahkan disebut mengambil langkah yang membatasi operasi militer AS. Spanyol dilaporkan menutup akses wilayah udaranya bagi pesawat yang terlibat dalam operasi terkait Iran. Italia juga sempat menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia, sementara Prancis memberikan izin terbatas dengan syarat tidak digunakan untuk serangan.

Di sisi lain, kritik dari pejabat Jerman terhadap konflik tersebut turut memicu ketegangan dengan Washington, meski negara itu merupakan salah satu pusat logistik utama militer AS di Eropa.

Sebaliknya, beberapa negara Eropa Timur dinilai lebih mendukung kebijakan AS dan berpotensi mendapat keuntungan dari rencana relokasi pasukan. Negara-negara seperti Polandia, Rumania, Lithuania, dan Yunani disebut menunjukkan komitmen tinggi dalam kerja sama pertahanan, termasuk dalam pengamanan jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Rumania, misalnya, dilaporkan dengan cepat menyetujui penggunaan pangkalan udaranya oleh AS setelah konflik pecah.

Meski demikian, rencana pemindahan pasukan ke Eropa Timur dinilai berisiko meningkatkan ketegangan dengan Rusia, karena posisi militer AS akan semakin dekat dengan perbatasan negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *