PROGRES.ID – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto kembali melakukan penyegaran organisasi dengan merotasi dan memutasi 187 perwira tinggi (pati) TNI. Kebijakan ini mencakup sejumlah jabatan strategis di tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa rotasi dan mutasi tersebut bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bagian penting dari pembinaan karier dan penguatan profesionalisme prajurit.
“Rotasi jabatan ini merupakan wujud pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan. Regenerasi kepemimpinan menjadi kunci agar setiap lini TNI dipimpin oleh sosok yang tangguh, responsif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Freddy Ardianzah, Selasa (23/12/2025).
Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan di seluruh lini. Langkah tersebut juga menjadi strategi adaptif TNI untuk menghadapi dinamika dan tantangan pertahanan negara yang semakin kompleks, baik di darat, laut, maupun udara.
Dasar Keputusan Mutasi Pati TNI
Rotasi dan mutasi 187 pati TNI ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tertanggal 15 Desember 2025, yang mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan TNI.
Dari total tersebut, 109 perwira tinggi berasal dari TNI AD, 36 dari TNI AL, dan 42 dari TNI AU. Pergeseran ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi, peningkatan efektivitas kepemimpinan, serta menjaga kesiapan operasional TNI secara berkelanjutan.
Perubahan Jabatan Strategis di TNI AD
Di lingkungan TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah resmi menjabat sebagai Kapuspen TNI, menggantikan Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah.
Sementara itu, Brigjen TNI Mochamad Masrukin dipercaya menduduki posisi Danpuspenerbad, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wadanpuspenerbad. Ia menggantikan Mayjen TNI Zainuddin, yang kini mengemban amanah baru sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Hukum dan HAM Lemhannas.
Adapun posisi Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad kini dijabat oleh Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, menggantikan Mayjen TNI Susilo yang selanjutnya dipercaya sebagai Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Jemen Sishanneg.
Rotasi Jabatan di TNI AL dan TNI AU
Di jajaran TNI Angkatan Laut, Laksma TNI Sumarji Bimoaji ditunjuk sebagai Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII. Ia menggantikan Laksda TNI Phundi Rusbandi, yang kini menjabat sebagai Pati Staf Ahli Tingkat III Bidang Pembangunan Kekuatan Matra Laut.
Sementara itu, di lingkungan TNI Angkatan Udara, Marsda TNI Mochammad Untung Suropati yang sebelumnya menjabat sebagai Asintel Kasau, kini dipercaya sebagai Panglima Komando Operasi Udara (Pangkodau) II. Posisi Asintel Kasau selanjutnya diemban oleh Marsda TNI Deni Hasoloan Simajuntak, yang sebelumnya menjabat sebagai Pangkodau II.
Penguatan Organisasi dan Kesiapan TNI
Rotasi dan mutasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam memastikan organisasi tetap solid, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan pertahanan nasional. Dengan kepemimpinan baru di sejumlah posisi strategis, TNI diharapkan semakin optimal dalam menjalankan tugas pokok menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)












