PROGRES.ID – KMSK Deinze kalah telah 5-2 dari klub Eerste Divisie Belanda, FC Groningen, di Erpe. Marselino Ferdinand tampil lebih awal dari yang direncanakan. Gelandang serang timnas Indonesia ini berusaha keras memperlihatkan kehebatannya, namun penampilannya yang mengesankan tidak cukup untuk menghindarkan KMSK Deinze dari kekalahan.
Pertandingan ini merupakan laga pramusim perdana bagi tim Challenger Pro League Belgia, Deinze. Dalam kesepakatan yang diambil, setiap babak hanya dimainkan selama 60 menit. Namun, hujan deras yang mengguyur area pertandingan membuat pertandingan terhenti selama 15 menit.
Awalnya, pelatih Marc Grosjean merencanakan untuk memainkan Marselino pada babak kedua. Namun, akibat jeda pertandingan akibat cuaca buruk, Grosjean memutuskan untuk menurunkan Marselino menggantikan Ilian Mhand pada menit ke-30.
FC Groningen memulai pertandingan dengan langkah yang kuat. Mereka berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-15 melalui Kevin van Veen, penyerang yang memiliki ambisi mencetak 30 gol di musim baru. Namun, Deinze tidak menyerah begitu saja.
Setelah hujan reda dan pertandingan dilanjutkan, Deinze tampil lebih baik. Marselino mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-36, memanfaatkan kekacauan di depan gawang Groningen. Momentum ini memberikan semangat baru bagi Deinze.
Tidak lama kemudian, Marselino mencetak brace gemilang pada menit ke-42, membawa Deinze berbalik unggul. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan selama empat menit, karena Thijmen Blokzijl menyamakan kedudukan sehingga babak pertama berakhir dengan skor 2-2.
Di babak kedua, FC Groningen mengandalkan banyak pemain muda. Namun, justru performa mereka yang semakin membaik. Mereka berhasil mencetak tiga gol melalui Joel van Kaam (menit ke-65), Thom van Bergen (menit ke-70), dan Romano Postema (menit ke-118), mengunci kemenangan telak 5-2.
Meskipun hasil akhirnya tidak memihak Deinze, penampilan kilat Marselino Ferdinand tetap menjadi sorotan. Pertunjukan gemilangnya di tengah hujan deras memberikan harapan baru bagi tim dan para penggemar. Meski kalah, semangat dan dedikasi Marselino dalam pertandingan ini patut diacungi jempol.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa di balik cuaca buruk dan kekalahan, ada semangat juang yang menginspirasi. Meskipun langkah Deinze terhenti, mereka dapat belajar dari pengalaman ini dan mempersiapkan diri untuk tantangan mendatang. Marselino Ferdinand, dengan talenta dan kerja kerasnya, membawa harapan akan masa depan yang cerah bagi tim ini. (**)












