PROGRES.ID – Berinvestasi saham di Bursa Efek adalah sesuatu yang menjanjikan sekaligus juga berisiko. Namun, jika kamu sudah mempelajari prospektus dan profil perusahaan yang akan kamu beli sahamnya, serta kamu meyakini emiten itu akan berkembang, kenapa tidak kamu berinvestasi di sana.
Tidak hanya menunggu saham di harga diskon, membeli saham sejak IPO (Initial Public Offering) atau pencatatan saham perdana di Bursa Efek adalah salah satu investasi dini yang banyak diandalkan.
Banyak investor sudah menjadi kaya dengan berinvestasi sejak IPO, seperti di saham DCII hingga CUAN yang sahamnya terus meroket hanya dalam satu atau dua tahun saja. Sayangnya, saat IPO, investor ritel jarang sekali mendapat jatah penuh, terlebih jika sudah oversubscribe atau kelebihan pesanan.
Ada beberapa tips agar peluang mendapatkan alokasi saham IPO bisa lebih besar saat ikut serta melalui e-IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun alokasi saham IPO tidak bisa dijamin (karena tergantung permintaan dan sistem pooling allotment), berikut beberapa strategi yang dapat meningkatkan peluang mendapat lot lebih banyak:
1. Daftar dan Verifikasi di Sistem e-IPO
Pastikan kamu sudah terdaftar dan terverifikasi di platform e-IPO resmi (https://e-ipo.co.id), serta sudah menghubungkan akun kamu dengan sekuritas tempat kamu membuka rekening efek.
2. Gunakan Sekuritas yang Aktif sebagai Penjamin Emisi (Underwriter)
Pilih sekuritas yang menjadi bagian dari underwriter atau agen penjual resmi IPO tersebut. Investor dari sekuritas ini sering mendapat prioritas lebih tinggi dalam alokasi saham karena dianggap mendukung penawaran saham.
3. Pesan Saham IPO Sejak Awal Masa Penawaran
Jangan menunggu hari terakhir. Semakin cepat kamu memesan, semakin besar kemungkinan mendapat alokasi. Walau sistemnya tetap undian (pooling allotment), waktu pemesanan kadang jadi pertimbangan.
4. Ajukan Jumlah Lot Lebih Besar
Semakin besar kamu memesan (misal 10.000 lot dibanding 100 lot), kemungkinan mendapatkan jatah lebih besar juga meningkat. Namun tetap saja, kalau permintaan terlalu tinggi, kamu tetap bisa tidak mendapat seluruh yang diajukan.
5. Ikut IPO Saham yang Tidak Terlalu Viral
- IPO saham yang terlalu viral (terlalu banyak peminat) berpotensi membuat peluang mendapatkan saham mengecil karena sistem distribusi akan terbagi rata ke banyak investor.
- Pertimbangkan ikut IPO saham yang prospeknya bagus tapi tidak terlalu ramai dibicarakan.
6. Gunakan Rekening Efek Ganda (Opsional & Legal Jika Sesuai)
Beberapa investor membuka rekening efek di lebih dari satu sekuritas untuk ikut IPO dengan akun berbeda. Namun, ini harus dilakukan secara sah dan sesuai aturan (misalnya satu atas nama pribadi, satu lagi atas nama anggota keluarga).
7. Pastikan Dana Cukup dan Saldo Tersedia
Sistem e-IPO akan mengunci dana (blocking fund) dari rekening RDN kamu. Kalau saldonya tidak cukup saat penjatahan, kamu otomatis gugur. Pastikan dana tersedia sesuai jumlah pemesanan.
🛑 Catatan Penting:
Penjatahan IPO di Indonesia menggunakan sistem pooling allotment, yaitu:
- Investor ritel mendapat jatah berdasarkan porsi tertentu.
- Jika oversubscribe, maka jatah bisa dibagi secara proporsional atau bahkan dengan undian.
- Tidak ada jaminan bahwa semua peserta akan mendapatkan saham sesuai jumlah yang dipesan.
Itulah beberapa tips agar kamu bisa mendapatkan jatah saham IPO lebih banyak, meski tidak ada jaminan pastinya. Semoga investasimu menguntungkan.












