Iran Klaim Luncurkan Serangan Drone ke Target Energi dan Pangkalan AS di Kawasan

favicon progres.id
kehancuran pabrik kimia di israel
Kehancuran pabrik kimia Israel usai dihantam rudal Iran (Foto: Telegram)

PROGRES.ID – Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan drone ke sejumlah target strategis di kawasan sebagai respons atas meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Tentara Iran menyebutkan bahwa serangan dilakukan pada pagi hari setelah keberhasilan sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh pesawat musuh pada malam sebelumnya. Operasi ini diklaim menyasar fasilitas penting Israel di wilayah yang disebut sebagai Palestina Selatan yang diduduki, termasuk industri petrokimia dan tangki penyimpanan bahan bakar di sekitar Dimona.

Selain itu, serangan juga diarahkan ke target militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk depot peralatan, unit komunikasi satelit, serta fasilitas komando di pangkalan militer di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Militer Iran menegaskan bahwa fasilitas petrokimia dan cadangan energi yang menjadi sasaran memiliki peran krusial dalam menopang kebutuhan energi di wilayah tersebut. Sementara itu, pangkalan di Pulau Bubiyan disebut sebagai salah satu pusat penting bagi operasi militer Amerika Serikat di Asia Barat.

Dalam pernyataan tersebut juga diungkapkan bahwa depot yang diserang berisi amunisi dan sistem persenjataan ofensif, termasuk peluncur roket HIMARS, serta fasilitas komunikasi dan pengawasan milik militer AS.

Iran mengklaim pangkalan di Bubiyan sebelumnya dikembangkan oleh Amerika Serikat setelah fasilitas militernya di Arifjan, Kuwait, menjadi target serangan. Lokasi baru itu disebut digunakan untuk memperkuat sistem komunikasi, pemantauan, dan pusat kendali operasi, namun kini juga menjadi sasaran serangan drone Iran.

Pernyataan itu menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari respons terhadap apa yang disebut sebagai “kejahatan” oleh pihak Amerika Serikat dan Israel. Militer Iran juga menyebut serangan ini sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan nasional, sekaligus didedikasikan untuk semangat dan keberanian rakyat serta seluruh elemen pertahanan negara, termasuk angkatan bersenjata, Garda Revolusi, dan pasukan keamanan.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim serangan tersebut. Namun, langkah ini diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah berada dalam situasi konflik terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *