PROGRES.ID – Tim penyelamat di kota Haifa dilaporkan mengalami kesulitan besar dalam mengevakuasi korban tewas yang terjebak di reruntuhan bangunan akibat serangan rudal Iran yang terjadi pada Ahad, 5 April 2026. Informasi ini disampaikan oleh surat kabar Ibrani i24NEWS yang mengutip seorang perwira senior di Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel.
Menurut perwira tersebut, korban yang terjebak berada di sebuah ruangan bagian dalam yang terletak berdekatan dengan tangga di ruang bawah tanah gedung. Lokasi tersebut disebut sebagai area yang sangat kompleks dan sulit dijangkau oleh tim penyelamat.
Ia menyebut operasi penyelamatan ini sebagai salah satu yang paling sulit yang pernah mereka hadapi. Empat jenazah baru berhasil dievakuasi pada Senin setelah proses pencarian dan evakuasi berlangsung dalam kondisi berbahaya di antara reruntuhan bangunan.

Foto-foto yang beredar menunjukkan tingkat kerusakan yang sangat luas di lokasi serangan rudal tersebut. Sejumlah titik di Haifa terlihat mengalami kehancuran parah. Namun, jumlah foto dan video yang beredar disebut sangat terbatas karena sebagian besar dokumentasi kerusakan disensor dengan alasan kepentingan militer Israel.
Sementara itu, serangan balasan dari Iran dilaporkan masih berlangsung hingga Senin (06/04/2026), dengan sejumlah kota di wilayah Israel kembali menjadi sasaran rudal dan drone. Kota Tel Aviv disebut sebagai salah satu target utama dalam serangan lanjutan tersebut.
Situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan masih sangat tegang, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian korban di lokasi-lokasi bangunan yang hancur akibat serangan rudal.












