PROGRES.ID – Jurnalis dan penulis Inggris, Jonathan Freedland, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui tulisannya di The Guardian. Dalam analisis tersebut, Freedland menilai pendekatan militer yang selama ini diusung Netanyahu belum mampu menciptakan rasa aman yang berkelanjutan bagi warga Israel.
Menurut Freedland, strategi yang menitikberatkan pada kekuatan dan ketegasan militer justru memperburuk situasi. Alih-alih menghadirkan stabilitas, kebijakan tersebut dinilai memperdalam rasa ketakutan serta ketidakpastian di tengah masyarakat.
Ia juga menyoroti janji berulang Netanyahu mengenai “kemenangan total” yang hingga kini belum terealisasi. Narasi tersebut, yang kerap disampaikan kepada pemerintah dan publik, dinilai semakin kehilangan kredibilitas seiring berjalannya waktu.
Di sisi lain, konflik yang berkepanjangan disebut telah membawa dampak signifikan bagi Israel. Kerugian tidak hanya dirasakan dari segi korban jiwa, tetapi juga merambah ke sektor ekonomi dan politik. Kondisi ini semakin menekan posisi Israel di kancah global.
Freedland menambahkan, citra internasional Israel mengalami penurunan tajam yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gelombang kritik dari berbagai negara meningkat, disertai dengan tanda-tanda isolasi diplomatik yang kian nyata.
Situasi domestik pun tidak luput dari sorotan. Ia menilai perpecahan internal dalam masyarakat Israel justru semakin melebar di tengah konflik yang tak kunjung usai. Alih-alih menyatukan, kebijakan yang diambil dinilai memperdalam polarisasi.
Lebih jauh, Freedland menuding Netanyahu lebih berfokus pada kelangsungan karier politiknya dibandingkan dengan mencari solusi konkret atas krisis yang dihadapi. Hal ini dinilai memperburuk kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional.
Dengan latar belakang tersebut, Freedland melihat pemilihan umum mendatang sebagai momentum penting. Ia menilai proses demokrasi itu dapat menjadi ajang bagi publik untuk meminta pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai gagal dalam beberapa tahun terakhir.












