PROGRES.ID – Harapan Timnas Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya sirna, meskipun harus menelan kekalahan tipis 2–3 dari Arab Saudi dalam laga perdana Grup B babak keempat Kualifikasi Zona Asia. Kekalahan ini memang menyakitkan, namun masih ada celah bagi skuad Garuda untuk bangkit dan menjaga asa menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Saat ini Indonesia menempati posisi terbawah klasemen sementara dengan nol poin dan selisih gol minus satu. Arab Saudi memimpin klasemen dengan tiga poin, disusul Irak yang belum mendapatkan angka namun memiliki selisih gol nol. Situasi ini masih sangat terbuka, sehingga peluang Indonesia tetap hidup asal bisa memaksimalkan dua laga tersisa.
Kunci Utama: Wajib Menang Lawan Irak
Partai kedua kontra Irak yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025 dini hari, menjadi laga penentu nasib Indonesia. Kemenangan menjadi harga mati, bahkan idealnya dengan margin dua gol atau lebih agar bisa menyalip Arab Saudi di klasemen.
Skor 2–0 akan menjadi hasil sempurna karena menempatkan Indonesia sejajar dengan Arab Saudi di tiga poin dan selisih gol +1. Dalam skenario tersebut, Irak akan berada di dasar klasemen dengan nol poin dan selisih gol –2.
Laga Penentu: Arab Saudi vs Irak
Meski begitu, perjuangan Garuda tak berhenti sampai di situ. Hasil pertandingan terakhir antara Arab Saudi dan Irak pada Rabu, 15 Oktober 2025, akan menjadi kunci akhir bagi peluang Indonesia.
Skenario terbaik bagi Indonesia adalah Irak menang tipis atas Arab Saudi, misalnya dengan skor 2–1. Jika itu terjadi, ketiga tim akan sama-sama mengantongi tiga poin, tetapi Indonesia unggul selisih gol (+1) dan berhak memuncaki klasemen Grup B — otomatis lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Namun, bila Irak menang dengan selisih dua gol atau lebih, maka posisi Indonesia bisa tergeser. Sebaliknya, jika Arab Saudi kembali menang, maka Indonesia harus melanjutkan perjuangan melalui jalur play-off.
Skenario Play-off Masih Terbuka
Jika harus finis di posisi kedua, Indonesia akan melangkah ke ronde kelima dan bertemu runner-up Grup A. Pertandingan akan digelar dalam dua leg pada 13 dan 18 November 2025. Pemenangnya akan melaju ke babak play-off interkontinental, memperebutkan tiket terakhir menuju Piala Dunia 2026.
Meski jalannya berat, peluang tetap ada. Indonesia hanya perlu fokus menaklukkan Irak untuk menjaga asa tetap hidup, baik untuk lolos langsung maupun melalui jalur tambahan.
Catatan Sejarah dan Tekad Garuda
Irak bukan lawan asing bagi Indonesia. Pada babak sebelumnya, Garuda sempat dua kali kalah—1–5 di Basra dan 0–2 di Jakarta. Namun, kali ini situasinya jauh berbeda. Tim asuhan pelatih Patrick Cluivert datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menorehkan sejarah lolos ke babak keempat untuk pertama kalinya.
Dengan dukungan penuh suporter, kemenangan atas Irak menjadi misi utama. Hasil imbang tidak cukup, apalagi kekalahan yang bisa mengubur mimpi tampil di Piala Dunia.
Semangat Tak Boleh Padam
Apapun skenarionya, semangat pantang menyerah harus tetap dijaga. Tim Garuda sudah membuktikan mampu tampil berani menghadapi tim-tim besar. Kini, laga melawan Irak akan menjadi ujian sejati yang menentukan nasib mereka.
Kekalahan dari Arab Saudi belum menjadi akhir dari segalanya. Jalan menuju Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar — asal Jay Idzes dan kawan-kawan bisa tampil solid, fokus, dan memanfaatkan setiap peluang di laga berikutnya.
Hitung-hitungan memang bisa berubah, tapi semangat juang bisa membuat keajaiban. Seluruh rakyat Indonesia tentu berharap bendera Merah Putih akan berkibar di panggung sepak bola terbesar dunia.












