Energi  

Pemerintah Uji CNG untuk Rumah Tangga, Digadang Jadi Pengganti Baru LPG 3 Kg

favicon progres.id
ilustrasi gas cng dan lpg 3 kg
Ilustrasi gas LPG 3 Kg dan CNG (Sumber: Fajar Online)

PROGRES.ID – Pemerintah mulai mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga. Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan pengujian terhadap tabung CNG sebelum nantinya dipasarkan lebih luas kepada masyarakat.

Rencana tersebut langsung menarik perhatian publik karena CNG disebut memiliki harga lebih ekonomis sekaligus lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan LPG subsidi yang selama ini digunakan masyarakat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih melakukan simulasi dan pengujian terhadap tabung gas CNG ukuran rumah tangga.

“CNG ini untuk 3 kilogram, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya,” kata Bahlil di Jakarta.

Apa itu CNG?

Compressed Natural Gas atau CNG merupakan bahan bakar berbasis gas alam dengan kandungan utama metana mencapai lebih dari 95 persen. Gas tersebut kemudian dimampatkan menggunakan tekanan tinggi agar dapat disimpan di dalam tabung khusus.

Berbeda dengan LPG yang berbentuk cair, CNG tetap berada dalam bentuk gas bertekanan tinggi saat disimpan dan digunakan.

Karena berasal dari gas bumi, CNG dinilai lebih bersih dibandingkan dengan sejumlah bahan bakar fosil lain. Emisi karbon yang dihasilkan lebih rendah sehingga dianggap mendukung program transisi energi dan pengurangan polusi.

Selain itu, pemerintah menilai pasokan gas domestik yang melimpah bisa membuat harga CNG lebih stabil dibanding LPG yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

Perbedaan CNG dan LPG

Meski sama-sama berasal dari gas alam, CNG dan LPG memiliki karakteristik berbeda.

LPG tersusun dari propana dan butana yang dicairkan menggunakan tekanan tertentu agar mudah disimpan. Sementara CNG didominasi oleh gas metana yang dimampatkan hingga tekanan sangat tinggi.

Perbedaan lain terlihat dari metode penyimpanannya. LPG disimpan dalam bentuk cair bertekanan sedang, sedangkan CNG disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi di atas 200 bar.

Pemerintah juga menyebut penggunaan CNG berpotensi menghemat biaya energi rumah tangga hingga 20 sampai 30 persen dibandingkan dengan LPG.

Tekan Impor dan Beban Subsidi

Pengembangan CNG disebut sebagai salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang terus meningkat setiap tahun.

Menurut Bahlil, Indonesia saat ini masih mengimpor jutaan ton LPG untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kondisi itu membuat beban subsidi energi dan devisa negara semakin besar.

“Impor LPG kita mencapai 8,6 juta ton per tahun. Devisa yang dipakai untuk membeli LPG sekitar Rp130 sampai Rp140 triliun,” ujarnya.

Ia menambahkan subsidi LPG saat ini juga menyedot anggaran negara hingga puluhan triliun rupiah per tahun.

Karena itu, pemerintah mulai mencari alternatif energi berbasis bahan baku dalam negeri agar pengeluaran impor dapat ditekan.

Subsidi Tetap Disiapkan

Meski diarahkan menjadi pengganti LPG 3 kg, pemerintah memastikan CNG nantinya tetap akan mendapat dukungan subsidi agar harga jualnya terjangkau bagi masyarakat kecil.

Bahlil mengatakan arahan Presiden adalah memastikan kebijakan energi tetap berpihak kepada rakyat.

“Baik itu CNG maupun LPG akan tetap mengedepankan bantuan untuk masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.

Saat ini, harga LPG 3 kg di tingkat pangkalan dan eceran berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Pemerintah berharap harga CNG untuk rumah tangga nantinya minimal setara dengan LPG subsidi agar masyarakat tidak terbebani.

“Minimal sama,” ujar Bahlil.

Berpotensi Jadi Energi Masa Depan

Jika uji coba berjalan sukses, CNG berpeluang menjadi salah satu sumber energi alternatif baru untuk rumah tangga di Indonesia.

Selain membantu mengurangi impor LPG, penggunaan gas bumi domestik juga dinilai bisa memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju energi yang lebih bersih dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *