PROGRES.ID – Kopi Kenangan atau Kopken bukan sekadar merek kopi susu asal Indonesia. Di balik ekspansi bisnisnya, perusahaan ini didukung oleh para pendiri dan sejumlah investor global, termasuk perusahaan modal ventura serta investor yang terafiliasi dengan Serena Williams dan Jay-Z. Lantas, siapa saja pemegang saham Kopi Kenangan?

Kopi Kenangan merupakan jaringan kedai kopi yang didirikan di Indonesia pada 2017. Perusahaan ini berkembang melalui model bisnis grab-and-go, yang memungkinkan pelanggan memesan minuman untuk dibawa pulang atau dikirim melalui layanan pesan antar.

Pertumbuhan bisnis tersebut menarik perhatian berbagai investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Pendanaan yang diperoleh Kopi Kenangan juga mengantarkan perusahaan ini menjadi salah satu startup Indonesia berstatus unicorn, yakni perusahaan rintisan dengan valuasi sedikitnya US$1 miliar.

Lantas, siapa saja pihak yang berada di balik kepemilikan saham Kopi Kenangan?

1. Edward Tirtanata, pendiri sekaligus CEO Kopi Kenangan

Nama Edward Tirtanata menjadi salah satu figur utama dalam perjalanan bisnis Kopi Kenangan. Ia mendirikan perusahaan ini bersama James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa pada 2017.

Edward menjabat sebagai salah satu pendiri sekaligus CEO grup. Di bawah kepemimpinannya, Kopi Kenangan mengembangkan bisnis dari jaringan kedai kopi lokal menjadi perusahaan makanan dan minuman yang memperluas jangkauan ke pasar internasional.

Meukil Kopikenangan.com, keterlibatan Edward tidak berhenti pada posisi manajemen. Ia juga tercatat sebagai pemegang saham perusahaan. Bahkan, laporan DailySocial pada 24 September 2026 menyebut Edward menambah kepemilikannya melalui transaksi saham sekunder.

Dailysocial.id menulis, transaksi tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam struktur kepemilikan perusahaan menjelang penjajakan opsi pendanaan dan kemungkinan penawaran saham perdana atau IPO. Namun, persentase saham terbaru milik Edward belum dapat dipastikan dari informasi publik yang tersedia.

2. James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa

Selain Edward Tirtanata, dua nama yang turut mendirikan Kopi Kenangan adalah James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa.

Ketiganya membangun bisnis dengan menyasar konsumen yang menginginkan kopi berkualitas dengan harga lebih terjangkau dibandingkan sejumlah jaringan kopi internasional. Perusahaan kemudian mengembangkan sistem pemesanan digital dan jaringan gerai yang mendukung pertumbuhan penjualan.

James tercatat sebagai salah satu pendiri perusahaan, sedangkan Cynthia pernah menjalankan peran di bidang pemasaran dan kemudian tercantum sebagai direktur dalam informasi kepemimpinan perusahaan.

Keduanya juga pernah tercatat dalam transaksi saham pada periode pendanaan sebelumnya. Meski demikian, riwayat kepemilikan saham tersebut tidak otomatis menunjukkan persentase kepemilikan mereka saat ini karena struktur pemegang saham dapat berubah seiring masuknya investor baru maupun transaksi saham sekunder.

3. Alpha JWC Ventures, investor sejak tahap awal

Alpha JWC Ventures merupakan salah satu investor awal Kopi Kenangan. Perusahaan modal ventura ini memimpin pendanaan tahap awal senilai US$8 juta pada 2018, menurut laporan DailySocial.

Keterlibatan Alpha JWC menjadi bagian dari perjalanan Kopi Kenangan ketika bisnis tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan ekspansi di pasar domestik.

Pada September 2026, Alpha JWC juga mengumumkan melalui akun LinkedIn resminya bahwa mereka kembali meningkatkan investasi di Kopi Kenangan. Pengumuman tersebut menyebut Edward Tirtanata, Tybourne Capital Management, dan Horizons Ventures turut meningkatkan kepemilikan saham dalam putaran pendanaan yang sama.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa investor awal masih memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.

4. Tybourne Capital Management

Tybourne Capital Management merupakan salah satu investor penting dalam pendanaan Seri C Kopi Kenangan yang diumumkan pada Desember 2021.

Dalam pengumuman resmi perusahaan, pendanaan tahap pertama senilai US$96 juta tersebut dipimpin oleh Tybourne Capital Management. Putaran pendanaan itu juga melibatkan sejumlah investor lama dan investor baru.

Pendanaan tersebut membawa valuasi Kopi Kenangan melampaui US$1 miliar dan mengukuhkan statusnya sebagai unicorn di sektor makanan dan minuman berbasis teknologi di Asia Tenggara.

Pada September 2026, Tybourne kembali disebut sebagai salah satu investor yang meningkatkan kepemilikannya di perusahaan.

Namun, nilai investasi dalam suatu putaran pendanaan tidak dapat langsung digunakan untuk menghitung persentase saham tanpa mengetahui harga saham, struktur kelas saham, serta jumlah saham yang beredar.

5. Horizons Ventures dan Kunlun Capital

Horizons Ventures dan Kunlun Capital juga termasuk investor yang tercatat dalam pendanaan Seri C Kopi Kenangan.

Horizons Ventures merupakan investor yang telah berpartisipasi dalam putaran pendanaan sebelumnya. Sementara itu, Kunlun Capital tercantum sebagai salah satu investor yang ikut mendukung pendanaan perusahaan pada tahap tersebut.

Masuknya investor-investor ini menunjukkan bahwa perkembangan Kopi Kenangan tidak hanya mengandalkan modal pendiri. Perusahaan juga mendapatkan dukungan dari investor yang melihat peluang pertumbuhan bisnis kopi dan makanan-minuman di Asia Tenggara.

Kehadiran investor institusional memberikan akses terhadap pendanaan untuk memperluas jaringan gerai, mengembangkan produk, serta memperkuat operasi perusahaan.

6. Serena Williams dan Jay-Z

Kopi Kenangan juga memiliki hubungan investasi dengan dua nama terkenal dari industri olahraga dan hiburan, yakni Serena Williams dan Jay-Z.

Serena Williams, mantan petenis profesional, berinvestasi melalui Serena Ventures, perusahaan investasi yang berfokus pada pendanaan bisnis. Sementara itu, Jay-Z terlibat melalui Roc Nation, perusahaan hiburan dan manajemen talenta yang juga menjalankan aktivitas investasi.

Keduanya dilaporkan menjadi investor Kopi Kenangan pada 2019.

Menurut Katadata.co.id, keterlibatan figur publik tersebut menarik perhatian internasional terhadap merek kopi asal Indonesia ini. Namun, penting untuk membedakan investasi melalui perusahaan atau kendaraan investasi dengan kepemilikan saham langsung atas nama pribadi.

Informasi publik yang tersedia tidak cukup untuk memastikan persentase saham terbaru yang dimiliki Serena Ventures maupun Roc Nation.

7. Investor lain dan dinamika kepemilikan saham

Selain nama-nama tersebut, sejumlah basis data perusahaan juga mencatat investor lain yang pernah berpartisipasi dalam pendanaan Kopi Kenangan, termasuk B Capital, Sequoia, serta entitas investasi yang sebelumnya dikenal sebagai Falcon Edge Capital dan kemudian menggunakan nama Alpha Wave Global.

Sementara itu, perusahaan investasi seperti Sofina mencatat pernah berinvestasi di Kopi Kenangan pada April 2020. Profil investasinya mencantumkan kepemilikan sebesar 1,54 persen berdasarkan data yang dipublikasikan, tetapi angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai persentase kepemilikan terkini pada Oktober 2026.

Struktur saham perusahaan rintisan dapat berubah akibat pendanaan baru, penerbitan saham, opsi saham karyawan, maupun transaksi sekunder antarpemegang saham.

Karena itu, daftar investor historis tidak selalu sama dengan daftar pemegang saham aktif pada waktu tertentu.

Bagaimana perkembangan kepemilikan saham Kopi Kenangan pada 2026?

Perkembangan terbaru yang dilaporkan pada September 2026 menunjukkan adanya transaksi saham sekunder yang diperkirakan bernilai sekitar US$70 juta. Dalam transaksi tersebut, Edward Tirtanata dan Alpha JWC Ventures dilaporkan menambah kepemilikan saham.

Laporan DailySocial juga menyebut saham yang dijual berasal dari sejumlah investor asing, termasuk GIC dan Peak XV Partners. Kedua investor tersebut sebelumnya diberitakan menjajaki penjualan sebagian kepemilikan mereka.

Berbeda dari pendanaan primer, transaksi saham sekunder merupakan perpindahan saham dari pemegang saham lama kepada pembeli. Dengan demikian, dana transaksi pada umumnya diterima oleh pihak yang menjual saham, bukan menjadi tambahan modal langsung bagi perusahaan.

Di sisi lain, Kopi Kenangan juga disebut sedang mengevaluasi kemungkinan IPO. Menurut laporan The Wall Street Journal pada Juli 2026, perusahaan telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah bank mengenai kemungkinan pencatatan saham yang berpotensi menilai perusahaan hingga US$1 miliar.

Meski demikian, rencana tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Perusahaan belum menetapkan keputusan final mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan, maupun valuasi IPO.

Dengan perkembangan bisnis dan penjajakan IPO pada 2026, struktur kepemilikan Kopi Kenangan menjadi salah satu aspek yang menarik untuk terus dipantau, terutama jika perusahaan nantinya mengumumkan dokumen resmi terkait pencatatan sahamnya.