PROGRES.ID – Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, atau lebih akrab disapa Sara, merupakan sosok inspiratif yang berhasil menorehkan jejak di dunia politik dan hiburan.
Meski sempat santer dikabarkan akan mengisi posisi di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Sara tak masuk dalam daftar calon menteri maupun wakil menteri.
Namun, perjalanan kariernya tetap bersinar, terutama dengan keberhasilannya melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029.
Lahir pada 27 Januari 1986 di Jakarta, Sara adalah putri dari Hashim Djojohadikusumo, pengusaha ternama sekaligus adik Prabowo Subianto.
Sejak kecil, Sara sudah mengenyam pendidikan di berbagai belahan dunia, mulai dari SD Tarakanita di Jakarta, United World College di Singapura, hingga College du Leman di Swiss. Ia juga sempat menempuh pendidikan di University of Virginia, AS, dan mendalami seni peran di The International School of Screen Acting, London.
Karier di Dunia Seni Peran
Sara memulai langkahnya di dunia hiburan lewat berbagai film, seperti Merah Putih, Gunung Emas Almayer, Hari Merdeka, hingga Dream Obama. Ketertarikannya pada dunia seni bermula dari pengalaman menjadi pemeran utama dalam audisi klub drama di sekolahnya.
Ilmu seni peran yang ia peroleh di Amerika dan Inggris menjadi bekal kuat dalam perjalanan kariernya sebagai aktris.
Kiprah Sara di Politik dan Organisasi
Di luar dunia hiburan, Sara aktif di berbagai organisasi sayap Partai Gerindra. Ia menjabat sebagai Kabid Advokasi Perempuan dan pernah menjadi Wakil Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA).
Puncaknya, pada Desember 2021, Sara terpilih sebagai Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR) melalui kongres di Jakarta.
Sara pertama kali merambah dunia politik dengan menjadi anggota DPR RI pada periode 2014-2019. Saat itu, ia ditempatkan di Komisi VIII yang fokus pada isu agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Meski gagal pada Pileg 2019 dan Pilkada Tangsel, ia kembali mencalonkan diri di Pileg 2024 dan berhasil meraih 52.932 suara dari Dapil DKI Jakarta III.
Aktivisme Sosial dan Dedikasi Melawan Perdagangan Manusia
Di bidang sosial, Sara mendirikan Yayasan Parinama Astha (ParTha) pada 2012, yang berfokus pada pemberantasan perbudakan modern dan perdagangan manusia.
Inspirasi untuk mendirikan yayasan ini datang setelah ia mengikuti konferensi di London dan magang di Yayasan Visayan Forum, Filipina. ParTha aktif mengadakan kegiatan seperti lelang amal dan kampanye edukasi melalui media sosial.
Selain itu, Sara juga konsisten menyuarakan isu kesetaraan gender, perubahan iklim, dan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak.
Kehidupan Pribadi yang Seimbang
Sara dikenal sebagai sosok yang modis dan aktif di media sosial. Di balik kesibukannya di politik dan hiburan, ia selalu menyempatkan waktu untuk keluarganya.
“Skala prioritas adalah kunci. Kita harus tahu apa yang harus diutamakan pada saat tertentu,” ungkap Sara.
Ibu dari tiga anak ini sering membagikan momen kebersamaannya bersama keluarga, baik saat beristirahat maupun berlibur.
Melalui keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi, Sara menjadi contoh nyata bahwa perempuan bisa sukses di berbagai bidang tanpa melupakan peran penting dalam keluarga.
Biodata
- Nama Lengkap: Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo
- Nama Panggilan: Sara
- Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 27 Januari 1986
- Pendidikan:
SD Tarakanita Jakarta
United World College di Singapura
College du Leman Swiss
University of Virginia, AS
The International School of Screen Acting, London. - Suami: Harwendro Aditya Dewanto (Menikah tahun 2024)
- Anak: Tiga orang
- Partai Politik: Gerindra
- Agama: Kristen












