PROGRES.ID – Senat Amerika Serikat kembali menolak upaya menghentikan penjualan senjata ke Israel. Namun, hasil pemungutan suara terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan sentimen kritis terhadap Tel Aviv di kalangan legislator, khususnya dari Partai Demokrat.
Dalam voting yang digelar Rabu waktu setempat, dua resolusi yang diajukan oleh Senator Bernie Sanders gagal disahkan. Resolusi tersebut bertujuan menghentikan penjualan bom dan alat berat militer kepada Israel.
Meski gagal, dukungan terhadap langkah pembatasan ini terus meningkat. Resolusi pertama terkait penjualan 12.000 bom seberat 1.000 pon senilai 151 juta dolar AS ditolak dengan suara 36 berbanding 63. Sementara resolusi kedua yang menyasar pengiriman buldoser Caterpillar D9 senilai 295 juta dolar AS kandas dengan hasil 40 melawan 59.
Perkembangan ini menjadi yang keempat kalinya sejak Oktober 2023 upaya Sanders untuk membatasi suplai senjata ke Israel tidak berhasil. Namun, tren dukungan yang terus bertambah menunjukkan perubahan sikap di Senat.
Jika pada April lalu hanya 15 senator Demokrat yang mendukung langkah serupa, jumlah itu meningkat menjadi 27 pada Juli, dan kini mencapai 40 suara. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sanders menyebut perubahan tersebut sebagai sinyal kuat bahwa opini publik Amerika mulai bergeser. Ia menegaskan mayoritas warga AS tidak ingin dana pajak digunakan untuk konflik luar negeri yang menimbulkan korban sipil.
“Lebih dari 80 persen anggota Demokrat kini berdiri bersama rakyat Amerika untuk menolak bantuan militer ke Netanyahu. Ini kemajuan,” ujar Sanders melalui pernyataan publik.
Ia juga mengkritik sikap Partai Republik yang dinilai tetap mendukung Israel, termasuk sejalan dengan kebijakan Presiden Donald Trump.
Selain itu, Sanders menyoroti pengaruh kelompok lobi seperti American Israel Public Affairs Committee yang disebut menggelontorkan dana besar untuk memengaruhi dinamika politik menjelang pemilu.
Data survei dari Pew Research Center juga menunjukkan perubahan persepsi publik. Sekitar 80 persen pemilih Demokrat dan 41 persen pemilih Republik kini memandang Israel secara negatif.
Sejak Oktober 2023, pemerintahan AS—baik di era Trump maupun sebelumnya di bawah Joe Biden—telah menyalurkan lebih dari 21 miliar dolar AS bantuan militer ke Israel.
Di sisi lain, Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan pejabat pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
Dalam perkembangan terpisah, upaya lain dari Senator Demokrat yang dipimpin Chuck Schumer untuk membatasi kewenangan perang terhadap Iran juga kembali gagal setelah ditolak oleh mayoritas Republik.
Meski berbagai upaya legislasi belum membuahkan hasil, tren peningkatan dukungan terhadap pembatasan bantuan militer menandakan perubahan lanskap politik di Washington yang berpotensi memengaruhi kebijakan luar negeri AS ke depan.












