PROGRES.ID – Amerika Serikat dilaporkan tengah mempersiapkan penarikan sebagian pesawat tanker pengisian bahan bakar militer yang saat ini ditempatkan di Bandara Ben Gurion, Israel. Langkah tersebut muncul di tengah berkembangnya proses diplomatik antara Washington dan Teheran yang disebut-sebut mengarah pada kesepakatan baru dalam beberapa hari ke depan.
Menurut laporan awal yang disiarkan Channel 12 Israel, militer Amerika Serikat sedang bersiap mengevakuasi sebagian armada pesawat tanker yang berada di Israel. Jumlah pesawat yang akan dipindahkan diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dari total armada Amerika yang saat ini ditempatkan di negara tersebut.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon maupun pemerintah Israel terkait laporan tersebut. Namun, berbagai media sebelumnya telah memberitakan bahwa Washington mempertimbangkan pengurangan kehadiran militernya di Israel apabila kesepakatan dengan Iran berhasil difinalisasi.
Kehadiran Militer AS Jadi Sorotan
Dalam beberapa bulan terakhir, Bandara Ben Gurion menjadi pusat perhatian setelah puluhan pesawat tanker dan pesawat militer Amerika ditempatkan di sana sebagai bagian dari pengerahan kekuatan AS di Timur Tengah. Citra satelit dan laporan media internasional menunjukkan keberadaan puluhan pesawat pengisian bahan bakar yang digunakan untuk mendukung operasi udara jarak jauh di kawasan.
Kehadiran armada tersebut bahkan memicu keluhan dari sektor penerbangan sipil Israel. Otoritas penerbangan dan operator bandara mengeluhkan keterbatasan ruang parkir pesawat yang berdampak pada operasional maskapai komersial serta jadwal penerbangan selama musim liburan.
Menurut sejumlah laporan, puluhan pesawat tanker AS telah menempati area strategis di Ben Gurion sejak konflik regional meningkat awal tahun ini. Keberadaan mereka dianggap sebagai bagian penting dari kesiapan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Sinyal Meredanya Ketegangan?
Jika laporan Channel 12 terbukti benar, langkah tersebut dapat dipandang sebagai salah satu indikasi berkurangnya kebutuhan operasional militer Amerika di Israel seiring kemajuan proses diplomasi dengan Iran.
Sebelumnya, media Israel juga melaporkan bahwa sebagian pesawat militer Amerika dapat dipindahkan ke pangkalan-pangkalan di Eropa dalam waktu singkat setelah tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran. Pesawat-pesawat itu tetap berada dalam status siaga dan dapat kembali dikerahkan apabila situasi keamanan kembali memburuk.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jumlah pasti pesawat yang akan ditarik maupun jadwal pelaksanaannya. Para pengamat menilai keputusan akhir kemungkinan akan sangat bergantung pada hasil negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan mendatang.












