Gencatan Senjata Dilanggar, Hizbullah Hujani Israel dengan Roket dan Drone, Puluhan Target Digempur

favicon progres.id
hizbullah drone
Pejuang Hizbullah bersiap meluncurkan serangan drone (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas setelah Hezbollah melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap Israel pada 15 April. Aksi ini disebut sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan oleh Iran dan Amerika Serikat.

Serangan balasan terjadi hanya sehari setelah Israel dilaporkan menggempur sejumlah wilayah sipil di Lebanon, meski kesepakatan penghentian serangan di semua front—termasuk Lebanon—telah menjadi bagian dari proposal yang diajukan Iran dan disetujui pihak AS.

Dalam pernyataannya, Hizbullah menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilakukan untuk melindungi kedaulatan Lebanon dan sebagai respons atas serangan berulang Israel di wilayah selatan negara itu.

Sepanjang 15 April, kelompok tersebut melancarkan serangan intensif yang menyasar berbagai posisi militer dan kawasan strategis Israel. Target yang dihantam mencakup permukiman seperti Kiryat Shmona, Nahariya, Metulla, hingga Kfar Giladi, menggunakan rentetan roket dalam jumlah besar.

Selain itu, sejumlah fasilitas militer Israel juga menjadi sasaran, termasuk pangkalan pengawasan udara di Meron serta barak militer di Matat. Hizbullah juga mengerahkan drone serang untuk menghantam posisi artileri Israel di beberapa titik.

Tidak hanya serangan jarak jauh, Hizbullah juga mengklaim terlibat dalam pertempuran langsung dengan pasukan Israel di wilayah Bint Jbeil. Dalam insiden tersebut, pasukan Israel disebut masuk ke dalam jebakan yang telah disiapkan, sebelum diserang dengan bahan peledak dan tembakan jarak dekat yang mengakibatkan korban di pihak mereka.

Di udara, kelompok itu juga mengklaim berhasil menghadapi sejumlah aset militer Israel, termasuk drone jenis Hermes 450 serta helikopter tempur Apache, menggunakan rudal darat-ke-udara.

tentara israel terluka
Petugas membawa seorang tentara Israel yang terluka akibat serangan Hizbullah (Foto: Telegram)

Sejumlah kendaraan militer, termasuk tank Merkava dan buldoser militer, juga dilaporkan menjadi target serangan drone, dengan klaim mengenai serangan langsung yang mengenai sasaran.

Hizbullah menegaskan bahwa seluruh operasi tersebut merupakan konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang terus melakukan serangan ke desa-desa di Lebanon selatan.

Sejak awal Maret, kelompok itu menyebut fokus serangannya tertuju pada target militer Israel di wilayah pendudukan, dengan tujuan memberikan tekanan maksimal terhadap Tel Aviv.

Sementara itu, Iran sebelumnya telah memperingatkan akan memberikan respons keras jika serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut, di tengah upaya menjaga agar kesepakatan gencatan senjata tetap berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *