Hizbullah Klaim Hantam 43 Target Israel dalam Sehari, Serangan Meluas hingga Dataran Tinggi Golan

favicon progres.id
kota safed jadi sasaran hizbullah
Kota Safed menjadi salah satu sasaran rudal Hizbullah yang diluncurkan dari Lebanon (Foto: Telegram)

PROGRES.ID – Kelompok Hizbullah menyatakan telah melancarkan puluhan operasi militer terhadap posisi dan pasukan Israel dalam satu hari, sebagai respons atas eskalasi konflik yang terus berlanjut di perbatasan Lebanon.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah mengungkapkan sedikitnya 43 target berhasil diserang pada Minggu, mencakup wilayah perbatasan hingga area yang lebih dalam di wilayah yang mereka sebut sebagai Palestina yang diduduki. Operasi tersebut disebut sebagai balasan atas pelanggaran gencatan senjata dan serangan berulang terhadap desa-desa di Lebanon.

Berbagai jenis serangan dilaporkan dilakukan, mulai dari penggunaan drone hingga rudal berpemandu. Salah satu serangan utama adalah drone presisi yang menghantam pusat komunikasi di barak Al-Alika di Dataran Tinggi Golan. Selain itu, sebuah tank Merkava juga dilaporkan menjadi sasaran langsung serangan drone di dekat Mays al-Jabal.

Hizbullah juga mengerahkan drone peledak dalam jumlah besar untuk menyerang konsentrasi pasukan Israel di sejumlah titik seperti Al-Bayyada, Yaroun, dan Kfar Yuval. Serangan roket turut diluncurkan ke berbagai lokasi, termasuk barak Kiryat Shmona, permukiman Nahariya, hingga markas Divisi ke-146 di Gaaton.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas militer lainnya seperti pangkalan Meron, basis Filon di selatan Rosh Pina, serta infrastruktur bawah tanah di kawasan Karmiel dan Katzrin juga diklaim menjadi target serangan.

Operasi militer ini berlangsung sejak pagi hingga larut malam, dengan intensitas tinggi di sejumlah kota perbatasan seperti Khiam, Bint Jbeil, Taybeh, dan Aita al-Shaab. Serangan difokuskan pada pergerakan pasukan dan kendaraan militer Israel.

Hizbullah menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya mempertahankan Lebanon dan warganya, menyusul tudingan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Kelompok itu juga menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut selama konflik belum mereda.

Di tengah meningkatnya ketegangan, situasi kemanusiaan di Lebanon turut memburuk. Serangan udara Israel dilaporkan terus memakan korban jiwa, termasuk warga sipil. Di Desa Srifa, serangan udara dilaporkan menewaskan seorang balita bersama beberapa anggota keluarganya saat prosesi pemakaman.

Data otoritas kesehatan setempat mencatat ratusan korban jiwa sejak eskalasi terbaru, termasuk puluhan anak-anak. Kondisi ini memicu keprihatinan internasional.

Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo, pada Minggu menyerukan penghentian kekerasan. Ia menegaskan adanya kewajiban moral untuk melindungi warga sipil di tengah konflik yang semakin meluas.

Meski demikian, hingga kini belum terlihat tanda-tanda meredanya konflik, sementara upaya gencatan senjata masih belum memberikan hasil signifikan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *