PROGRES.ID – Kelompok Hizbullah mengumumkan telah melancarkan sedikitnya 19 operasi militer terhadap pasukan dan fasilitas militer Israel di wilayah perbatasan Lebanon selatan pada Jumat (22/5/2026).
Dalam serangkaian pernyataan militernya, Hizbullah menyebut serangan dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk serangan terhadap warga sipil serta penghancuran rumah dan desa di Lebanon selatan.
Operasi dimulai sekitar pukul 12.30 waktu setempat dengan serangan drone kamikaze ke posisi artileri militer Israel di Adaisseh.
Memasuki sore hari, intensitas serangan meningkat. Hizbullah mengklaim menyerang kumpulan tentara Israel di posisi Misgav Am menggunakan drone Ababil, disusul serangan terhadap platform sistem pertahanan udara Iron Dome di barak Branit.
Kelompok itu juga menyatakan berhasil menghantam kendaraan komunikasi militer Israel di Misgav Am serta menyerang pasukan Israel di Branit hingga memaksa militer Israel mengerahkan helikopter untuk evakuasi korban.
Serangan lain menyasar kendaraan lapis baja pengangkut personel di posisi Rahib dan sebuah tank Merkava di wilayah Markaba yang diklaim terkena serangan langsung.
Selain menggunakan drone kamikaze, Hizbullah juga meluncurkan rentetan roket ke sejumlah pusat komando dan konsentrasi pasukan Israel di Bayyada, Deir Hanna, hingga Naqoura.
Pada pukul 17.00, Hizbullah menyebut melancarkan serangan menggunakan kawanan drone ke posisi militer Israel di Maroun al-Ras, Lebanon selatan. Serangan lainnya juga diarahkan ke tentara Israel yang berada di dalam tenda militer di wilayah tersebut.
Hizbullah mengklaim sejumlah serangan menyebabkan korban di pihak militer Israel, meski belum ada konfirmasi resmi dari tentara Israel mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan.
Serangan berlanjut hingga malam hari dengan target posisi pasukan Israel di Naqoura dan pintu masuk Wadi Hamoul menggunakan drone serta roket berat.
Dalam pernyataannya, Hizbullah menegaskan operasi tersebut dilakukan untuk “membela Lebanon dan rakyatnya” di tengah meningkatnya eskalasi militer di wilayah perbatasan selatan negara itu.
Hingga kini situasi di perbatasan Lebanon-Israel dilaporkan tetap tegang dengan bentrokan dan serangan lintas batas yang terus berlangsung hampir setiap hari.












