PROGRES.ID, MUSCAT – Iran dan Oman menggelar pertemuan perdana komite bersama Selat Hormuz yang baru dibentuk untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk tata kelola jalur pelayaran tersebut di masa mendatang.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengumumkan pelaksanaan pertemuan itu melalui akun X miliknya pada Senin (29/6/2026).
Menurut Gharibabadi, pertemuan berlangsung di Muscat dalam rangka kunjungannya ke Oman dan turut dihadiri Menteri Negara Urusan Luar Negeri Oman, Abdulaziz Al-Hinai.
Ia menjelaskan, kedua delegasi membahas perkembangan terkini di Selat Hormuz sekaligus bertukar pandangan mengenai mekanisme pengelolaan jalur strategis tersebut di masa depan.
“Selain meninjau isu-isu terkini terkait Selat Hormuz, kami juga bertukar pandangan mengenai pengelolaan selat tersebut pada masa mendatang dalam kerangka klausul kelima Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad serta hak-hak kedaulatan negara-negara pesisir,” ujar Gharibabadi.

Sebelumnya, Iran menutup akses Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap sebagai musuh beserta sekutunya setelah pecahnya gelombang terbaru konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Teheran kemudian memperketat pengawasan di kawasan tersebut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kelanjutan blokade laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran, yang oleh Teheran dinilai bertentangan dengan ketentuan gencatan senjata yang diumumkan pada 7 April.
Belakangan, Iran dan Amerika Serikat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang dimediasi Pakistan sebagai upaya mengakhiri ketegangan antara kedua negara.
Dalam klausul kelima MoU tersebut ditegaskan adanya pengakuan terhadap kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran dan distribusi energi terpenting di dunia.
Seiring perkembangan itu, Iran dan Oman mulai membangun mekanisme koordinasi mengenai tata kelola Selat Hormuz dengan mengacu pada hak kedaulatan kedua negara sebagai negara yang berbatasan langsung dengan jalur tersebut.
Pertemuan perdana komite bersama ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan bersama Iran dan Oman yang diterbitkan pada 22 Juni lalu, setelah kunjungan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ke Muscat.
Dalam pernyataan tersebut, Oman dan Iran menegaskan bahwa setiap pengaturan mengenai Selat Hormuz harus sepenuhnya menghormati kedaulatan serta hak-hak berdaulat kedua negara pesisir.












