Iran Tegas! Hak Pengayaan Uranium Tak Bisa Ditawar di Tengah Negosiasi dengan AS

favicon progres.id
jubir kemenlu Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei (Foto: TasnimNews)

PROGRES.ID – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan melepaskan haknya untuk melakukan pengayaan uranium, meski tekanan dan negosiasi internasional terus berlangsung.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa hak tersebut merupakan bagian yang tidak dapat diganggu gugat dan dilindungi oleh hukum internasional.

Dalam konferensi pers mingguan pada Rabu, Baqaei menekankan bahwa hak Iran atas energi nuklir, termasuk pengayaan uranium, bersumber dari keanggotaannya dalam Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT).

Ia juga menolak berbagai spekulasi media Barat terkait program nuklir Iran, dengan menegaskan bahwa hak-hak sah negaranya tidak bisa dijadikan bahan tawar-menawar.

Meski demikian, Baqaei menyebut bahwa pembahasan mengenai tingkat dan jenis pengayaan uranium tetap terbuka untuk dinegosiasikan, selama Iran tetap dapat menjalankan program tersebut sesuai kebutuhannya.

Menanggapi laporan terkait negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Pakistan, ia menilai pembahasan teknis belum relevan sebelum adanya kesepakatan kerangka besar.

Menurutnya, isu krusial seperti perang dan perdamaian antara kedua negara memerlukan kesepakatan menyeluruh sebelum masuk ke detail teknis.

Baqaei juga menyinggung usulan Rusia terkait kemungkinan pemindahan uranium hasil pengayaan Iran ke Moskow. Ia menyatakan bahwa berbagai opsi dapat dipertimbangkan dalam kesepakatan nuklir, merujuk pada pengalaman sebelumnya dalam perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), meski saat ini belum mencapai tahap tersebut.

Dalam pernyataannya, ia turut mengkritik sikap Amerika Serikat yang dinilai tidak konsisten selama proses diplomasi berlangsung.

Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi antara Iran dan AS masih terus berjalan melalui perantara Pakistan. Sejak Minggu, sejumlah pesan disebut telah dipertukarkan antara kedua pihak.

Iran bahkan diperkirakan akan menerima kunjungan delegasi Pakistan untuk melanjutkan pembahasan yang sebelumnya dilakukan di Islamabad.

Terkait kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, Baqaei menilai situasi masih penuh ketidakpastian. Ia menekankan bahwa komitmen Washington perlu diuji dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Ia pun menegaskan bahwa pembicaraan tetap berjalan, namun keberhasilan kesepakatan sangat bergantung pada keseriusan pihak Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *