Iran Tuduh Pentagon Tutupi Biaya Perang, Klaim Beban AS Tembus US$100 Miliar

favicon progres.id
aldhafra airbase
Citra satelit kehancuran pangkalan militer Al Dhafra Airbase di Uni Emirat Arab usai serangan rudal Iran (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menuding pemerintah Amerika Serikat tidak mengungkap angka sebenarnya terkait biaya perang melawan Iran. Ia menyebut pengeluaran militer Washington jauh lebih besar dibandingkan dengan yang disampaikan kepada publik.

Dalam pernyataannya melalui media sosial pada Jumat (1/5/2026), Araqchi menolak klaim resmi AS soal besaran biaya konflik. Ia bahkan menyebut kebijakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyeret Amerika Serikat ke dalam beban finansial yang sangat besar.

Menurut Araqchi, total biaya langsung yang harus ditanggung AS telah mencapai sekitar 100 miliar dolar AS, atau empat kali lipat dari angka yang disebutkan secara resmi. Ia juga menambahkan bahwa dampak tidak langsung terhadap warga Amerika dinilai jauh lebih besar.

abbas aragchi
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi (Foto: TasnimNews)

Araqchi mengklaim setiap rumah tangga di AS kini menanggung beban sekitar 500 dolar AS per bulan akibat konflik tersebut, dengan tren yang terus meningkat. Ia menyindir kebijakan Washington dengan menyatakan bahwa kepentingan Israel kerap didahulukan dibandingkan dengan kepentingan domestik Amerika.

Konflik ini disebut bermula dari operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi militer dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan terhadap berbagai target militer AS dan Israel di kawasan. Serangan tersebut diklaim menunjukkan kemampuan Iran dalam menghadapi tekanan militer sekaligus memperkuat solidaritas internal negara tersebut.

Meski pihak penyerang awalnya diperkirakan mampu meraih kemenangan cepat, perkembangan di lapangan menunjukkan konflik berlangsung lebih panjang dengan dampak signifikan terhadap kekuatan militer dan sumber daya kedua belah pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *