IRGC Peringatkan “Narasi Palsu” soal Selat Hormuz, Iran Tegaskan Aturan di Jalur Strategis

favicon progres.id
jenderal irgc seyyed mousavi
Komandan Angkatan Dirgantara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi (Sumber: TasnimNews)

PROGRES.ID – Komandan Pasukan Dirgantara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, memperingatkan adanya upaya penyebaran informasi menyesatkan terkait kondisi dan aturan di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Majid Mousavi menyoroti pentingnya memahami situasi sebenarnya di jalur pelayaran strategis tersebut, sembari menuduh adanya narasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Mousavi juga memberikan penghormatan kepada Alireza Tangsiri, mantan komandan angkatan laut IRGC yang tewas dalam konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia menyebut Tangsiri sebagai sosok penting di balik kebijakan baru Iran di Selat Hormuz.

Sebelum meninggal, Tangsiri diketahui memerintahkan penutupan selat tersebut bagi pihak yang dianggap sebagai musuh dan sekutunya, sebagai bagian dari respons terhadap serangan militer terhadap Iran.

Penutupan jalur vital itu sempat memicu gejolak di pasar energi global. Situasi tersebut turut menjadi salah satu faktor yang mendorong Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda serangan selama dua pekan terhadap Iran pada 7 April.

Langkah itu juga terjadi setelah Iran melancarkan puluhan gelombang serangan balasan terhadap target strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk kapal komersial menyusul penerapan gencatan senjata di Lebanon. Iran sebelumnya menjadikan gencatan senjata tersebut sebagai bagian penting dari proposal yang diajukan kepada pihak AS.

Namun, pernyataan Presiden Trump yang mengklaim bahwa Iran berkomitmen untuk tidak menutup Selat Hormuz lagi dibantah oleh Teheran. Iran menegaskan bahwa akses tetap dibatasi dan hanya diberikan kepada kapal dagang yang mengikuti jalur tertentu serta mendapatkan izin resmi.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, juga menegaskan bahwa status buka-tutup Selat Hormuz akan ditentukan berdasarkan dinamika di lapangan, termasuk kebijakan Amerika Serikat terkait blokade.

Dalam pernyataannya, Mousavi menegaskan bahwa pasukan IRGC tetap dalam kondisi siaga penuh dan tidak mempercayai pihak lawan, sembari memastikan kesiapan untuk merespons setiap ancaman terhadap Iran.

Sumber: PressTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *