Jadi Beban UEA, Seruan Tutup Pangkalan Militer AS Menggema Usai Konflik Iran

favicon progres.id
aldhafra airbase
Citra satelit kehancuran pangkalan militer Al Dhafra Airbase di Uni Emirat Arab usai serangan rudal Iran (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Perdebatan soal keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab mencuat setelah memanasnya konflik kawasan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Seorang komentator politik terkemuka UEA bahkan menyerukan agar fasilitas militer Amerika di negara Teluk itu ditutup.

Tokoh yang menyampaikan pandangan tersebut adalah Abdulkhaleq Abdulla. Ia menilai pangkalan militer AS kini bukan lagi aset strategis bagi negaranya, melainkan justru menjadi beban.

“Sudah saatnya mempertimbangkan penutupan pangkalan militer Amerika. Basis-basis itu tidak lagi menjadi aset strategis, tetapi telah berubah menjadi beban,” tulisnya melalui media sosial X.

Klaim UEA Bisa Bertahan Sendiri

Abdulla mengatakan UEA telah menunjukkan kemampuan mempertahankan diri selama eskalasi terbaru dengan Iran.

Menurutnya, Abu Dhabi tidak lagi membutuhkan perlindungan Washington seperti pada masa lalu.

Ia menilai kebutuhan utama negaranya saat ini bukan kehadiran pasukan asing, melainkan akses terhadap sistem persenjataan modern dan teknologi pertahanan tercanggih dari Amerika Serikat.

Fokus ke Senjata Modern

Abdulla menekankan bahwa prioritas UEA seharusnya memperkuat sistem pertahanan nasional dengan teknologi terbaik, bukan terus menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer asing.

Menurut dia, strategi tersebut akan lebih efektif dalam menjaga keamanan nasional di tengah perubahan dinamika kawasan.

Muncul Setelah Klaim Serangan Iran

Perdebatan ini muncul setelah Iran mengklaim telah menyerang lokasi yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat di UEA saat ketegangan regional meningkat.

Teheran menyebut salah satu target berada di sekitar Al Minhad. Iran juga mengklaim ada korban besar di pihak personel AS, meski tuduhan itu belum dikonfirmasi secara independen oleh Washington.

Selain UEA, Iran disebut menargetkan lokasi yang berkaitan dengan AS di Bahrain, Irak, dan Kuwait.

UEA Klaim Gagalkan Serangan

Pemerintah United Arab Emirates sebelumnya menyatakan berhasil mencegat sejumlah besar rudal dan drone Iran dalam insiden tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah UEA mengenai usulan penutupan pangkalan militer AS.

Sinyal Perubahan Hubungan?

Munculnya seruan ini dipandang sebagai sinyal baru dalam hubungan antara negara-negara Teluk dan Amerika Serikat.

Selama puluhan tahun, Washington menjadi mitra keamanan utama kawasan. Namun, meningkatnya kemampuan militer negara-negara Teluk dan berubahnya peta geopolitik mulai memunculkan pertanyaan: apakah era ketergantungan pada Amerika mulai berakhir?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *