PROGRES.ID – Israel menyatakan bahwa sebuah kilang minyak di kota Haifa, wilayah utara negara itu, terkena serangan rudal Iran. Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada kerusakan besar akibat serangan tersebut.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, mengatakan fasilitas milik Oil Refineries Ltd sempat mengalami gangguan listrik sesaat setelah serangan terjadi. Namun, pasokan energi kini telah kembali normal untuk sebagian besar pelanggan.
“Gangguan pada jaringan listrik di wilayah utara bersifat lokal dan tidak signifikan,” ujar Cohen dalam pernyataan resminya seperti dinukil dari Al Jazeera.
Ia juga menambahkan bahwa secara keseluruhan tidak ada kerusakan besar pada infrastruktur penting Israel akibat serangan tersebut.
Serangan Balasan Iran Meluas
Serangan ke Haifa terjadi di tengah gelombang balasan Iran terhadap serangan yang sebelumnya menargetkan infrastruktur energinya. Sejak konflik meningkat, Teheran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone di berbagai wilayah Timur Tengah.
Awal pekan ini, Iran juga menyerang sejumlah fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menahan diri jika kembali diserang.
“Iran tidak akan menunjukkan toleransi jika infrastruktur kami kembali menjadi target,” tegasnya.
Target Serangan: Haifa dan Ashdod
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa mereka meluncurkan serangan ke wilayah Haifa dan Ashdod di Israel. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah fasilitas di Ashdod mengalami kerusakan.
Laporan dari Teheran menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan respons langsung atas serangan terhadap fasilitas energi Iran.
Korban Luka di Wilayah Utara
Selain kerusakan infrastruktur, serangan roket juga dilaporkan menyebabkan korban luka di wilayah utara Israel. Layanan darurat setempat menyebut empat orang terluka di kota Kiryat Shmona, dekat perbatasan Lebanon.
Korban terdiri dari seorang pria berusia 60 tahun dalam kondisi serius akibat luka serpihan, seorang perempuan 68 tahun dengan cedera kepala, serta dua pria berusia 20-an yang juga mengalami luka akibat serpihan.
Konflik Meluas hingga Lebanon
Di saat bersamaan, militer Israel terus meningkatkan operasi udara dan darat di Lebanon sejak awal Maret. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Konflik di Lebanon dipicu oleh aksi kelompok bersenjata Hezbollah yang menembakkan roket ke wilayah utara Israel. Serangan itu disebut sebagai respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada awal konflik.
Sebagai balasan, Hezbollah terus meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel utara, memperluas eskalasi konflik di kawasan.
Situasi Kian Memanas
Rangkaian serangan balasan antara Iran, Israel, dan kelompok sekutu masing-masing menunjukkan konflik yang semakin meluas dan kompleks.
Meski Israel mengklaim kerusakan akibat serangan di Haifa tidak signifikan, eskalasi serangan terhadap infrastruktur energi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan potensi dampak global, terutama di sektor energi.












