PROGRES.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur milik Amerika Serikat di wilayah selatan Teheran.
Wakil Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Ali Fadavi, menyatakan bahwa pasukan pertahanan Iran berhasil menghancurkan pesawat tempur F-15 Eagle milik militer Amerika Serikat yang disebut memasuki wilayah operasi Iran.
“Kami terus memperkuat sistem pertahanan agar tidak ada lagi jet tempur yang mendekati wilayah perbatasan kami,” ujar Fadavi dalam pernyataan resmi pada 11 Maret 2026.
Iran Klaim Puluhan Drone Musuh Ditembak Jatuh

Selain pesawat tempur, IRGC juga mengklaim telah menembak jatuh lebih dari 80 pesawat tanpa awak yang diduga memasuki wilayah udara Iran. Bukti penghancuran drone tersebut disebut telah dikumpulkan oleh pihak militer Iran.
Klaim ini muncul di tengah meningkatnya intensitas konflik yang melibatkan Iran dan sekutu Amerika Serikat di kawasan.
Serangan Rudal ke Israel Picu Kerusakan di Tel Aviv
Pada waktu yang hampir bersamaan, Iran juga dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Tel Aviv, Haifa, Yerusalem dan lainnya di Israel. Serangan tersebut disebut menyebabkan kerusakan besar di sejumlah titik di kota itu dan sekitarnya.
Media Iran bahkan melaporkan bahwa beberapa fasilitas militer dan sistem radar milik Amerika Serikat di Timur Tengah turut menjadi sasaran serangan.
Perbedaan Data Korban Versi AS dan Iran
Pihak Amerika Serikat mengonfirmasi adanya korban dari pihaknya akibat serangan tersebut. Washington menyebut delapan prajurit AS tewas dan sekitar 150 lainnya mengalami luka-luka.
Namun, pemerintah Iran mengklaim jumlah korban AS pasti jauh lebih besar. Teheran menyatakan lebih dari 560 personel militer Amerika menjadi korban tewas maupun luka dalam serangan tersebut.
Hingga kini belum ada verifikasi independen terkait klaim Iran mengenai jatuhnya jet tempur F-15 maupun jumlah korban yang sebenarnya dalam rangkaian serangan terbaru tersebut.












