PROGRES.ID – Sebuah kanal Telegram yang berafiliasi dengan Hizbullah merilis pandangan terbaru yang menyoroti adanya dua ideologi yang dinilai berbahaya bagi stabilitas dan masa depan kawasan Jazirah Arab.
Dalam opini tersebut, disebutkan bahwa dua kekuatan utama yang dianggap berkontribusi terhadap berbagai konflik dan kehancuran di kawasan adalah proyek Zionisme dan ideologi Wahhabi Takfiri.
Menurut narasi yang disampaikan, proyek Zionisme digambarkan sebagai ancaman eksternal yang bertujuan menguasai wilayah Arab, termasuk melalui pendudukan dan tindakan militer terhadap pihak-pihak yang dianggap menentang.
Sementara itu, ideologi Wahhabi Takfiri dinilai sebagai ancaman internal yang, dalam pandangan tersebut, justru memperkuat kepentingan pihak luar. Ideologi ini disebut mendorong perpecahan di antara masyarakat Muslim dengan mengalihkan fokus permusuhan ke konflik internal, bukan kepada musuh eksternal.
Opini tersebut juga menuding bahwa penyebaran ideologi tersebut berkontribusi dalam menciptakan polarisasi di dalam masyarakat, serta membentuk persepsi musuh yang berbeda dari apa yang mereka sebut sebagai ancaman utama di kawasan.
Meski demikian, pandangan ini merupakan posisi sepihak yang mencerminkan perspektif kelompok tertentu dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Isu ideologi dan konflik kawasan sendiri telah lama menjadi perdebatan kompleks yang melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang berbeda-beda.












