Pangkalan Udara Israel Digempur! Iran Klaim Hancurkan Ramat David, Operasi Jet Tempur AS–Israel Terancam Lumpuh

favicon progres.id
pangkalan ramat david israel
Iran menggempur pangkalan Ramat David, Israel dan berpotensi melumpuhkan kekuatan jet tempur zionis (Sumber: Telegram)

PROGRES.ID – Konflik militer antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel semakin memanas. Serangan rudal terbaru dilaporkan menghantam pangkalan militer strategis Israel, Ramat David Airbase, yang selama ini menjadi salah satu titik penting operasi jet tempur di kawasan Timur Tengah.

Serangan yang terjadi pada 5 Maret 2026 tersebut disebut sebagai bagian dari gelombang balasan Iran terhadap operasi militer AS-Israel.

Iran Klaim Lumpuhkan Banyak Pangkalan Militer

Menurut sejumlah laporan yang beredar, Iran mengklaim telah melakukan serangan presisi terhadap berbagai pangkalan militer yang digunakan oleh AS di negara-negara sekutunya di Timur Tengah.

Beberapa negara yang disebut menjadi lokasi pangkalan tersebut antara lain Qatar, Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania.

Secara keseluruhan, laporan tersebut menyebutkan sekitar 27 pangkalan militer yang sebelumnya digunakan untuk operasi udara kini mengalami kerusakan atau tidak dapat beroperasi secara optimal. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kemampuan AS dan Israel untuk meluncurkan maupun menerima jet tempur dari wilayah tersebut.

Pangkalan Ramat David Jadi Target Terbaru

Serangan terbaru menargetkan Ramat David Airbase, salah satu pangkalan udara utama milik Israel yang berada di wilayah utara negara tersebut. Pangkalan ini dikenal sebagai lokasi penting untuk operasi pesawat tempur Israel serta titik dukungan logistik militer.

Serangan rudal yang dilaporkan menghantam pangkalan tersebut memicu kekhawatiran bahwa fasilitas-fasilitas militer lainnya juga bisa menjadi target berikutnya dalam eskalasi konflik yang terus meningkat.

Jika sejumlah pangkalan udara tidak dapat digunakan, maka operasi udara koalisi AS-Israel berpotensi bergantung pada armada laut, termasuk kapal induk yang berada di perairan sekitar Timur Tengah.

Tekanan Diplomatik terhadap Negara NATO

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat dilaporkan melakukan berbagai upaya diplomatik untuk mendapatkan akses ke pangkalan militer tambahan dari negara-negara sekutu, termasuk anggota NATO.

Namun, beberapa negara menunjukkan sikap berbeda. Spanyol secara terbuka menyatakan tidak ingin terlibat dalam konflik yang mereka anggap sebagai agresi terhadap Iran.

Sikap serupa juga disebut muncul dari Inggris, yang dilaporkan tidak memberikan izin penggunaan pangkalan militernya untuk operasi serangan terhadap Iran.

Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Serangan terhadap pangkalan militer strategis ini menunjukkan bahwa konflik Iran dengan AS dan Israel semakin melebar ke berbagai titik penting di kawasan Timur Tengah.

Jika eskalasi terus berlanjut, perang ini berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan regional, jalur energi global, serta hubungan diplomatik antara negara-negara besar di dunia.

Situasi di lapangan hingga kini masih berkembang, dengan kedua pihak terus melakukan serangan balasan yang meningkatkan risiko konflik berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *