Dalam jangka pendek, strategi tersebut mungkin efektif. Namun dalam jangka panjang, tekanan yang terus meningkat terhadap negara lain berpotensi memicu konsolidasi kekuatan tandingan.
“Sejarah menunjukkan, tekanan berlebihan dari satu kekuatan besar sering kali berujung pada terbentuknya aliansi untuk menyeimbangkannya,” kata Jiang.
Implikasi ke Depan
Konflik Iran–AS, menurut analisis ini, berpotensi menjadi titik balik dalam tatanan energi dan keuangan global. Jika ketergantungan terhadap petrodolar mulai berkurang, dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor energi, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dunia secara keseluruhan.
Dengan meningkatnya ketegangan dan minimnya titik temu diplomatik, arah konflik ke depan masih penuh ketidakpastian—namun satu hal yang jelas, pertaruhannya jauh melampaui medan perang.










