PROGRES.ID – Serangan rudal dalam konflik yang melibatkan Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel kembali meningkat. Kali ini, rudal hipersonik Iran dilaporkan menghantam Ben-Gurion Airport di wilayah Tel Aviv pada Kamis malam (5/3/2026), memicu kebakaran besar dan kerusakan parah di area bandara internasional utama Israel tersebut.
Rudal Hipersonik Iran Hantam Bandara Utama Israel
Menurut berbagai laporan yang beredar di media sosial, rudal yang digunakan dalam serangan tersebut diduga adalah rudal Khorramshahr-4, salah satu rudal balistik jarak jauh milik Iran yang dikenal memiliki hulu ledak besar hingga sekitar 1 ton.
Ledakan dahsyat yang terjadi di kawasan bandara memicu kebakaran besar dan menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas bandara. Beberapa rekaman video yang beredar di platform seperti Telegram dan X memperlihatkan kobaran api serta asap tebal membumbung tinggi dari area bandara.
Namun, jumlah video yang beredar relatif terbatas, diduga karena adanya kontrol informasi dan sensor militer yang ketat di Israel terkait dokumentasi kerusakan akibat serangan tersebut.
Sistem Pertahanan Udara Gagal Mencegat
Serangan ini juga menimbulkan sorotan karena rudal dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis yang dimiliki Israel dan sekutunya.
Sejumlah sistem pertahanan seperti THAAD missile defense system, Arrow missile defense system, David’s Sling missile defense system, hingga Iron Dome disebut tidak mampu menghentikan rudal tersebut sebelum mencapai targetnya.
Keberhasilan rudal menembus pertahanan udara ini memicu kekhawatiran baru mengenai eskalasi kemampuan teknologi rudal dalam konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Serangan Meluas ke Sejumlah Target Strategis
Selain Bandara Ben-Gurion, sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa rudal lain juga menargetkan lokasi strategis di Tel Aviv dan kota-kota lain di wilayah Israel.
Namun, hingga kini otoritas Israel belum memberikan laporan rinci terkait skala kerusakan maupun jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut. Ketatnya sensor militer negara zionis itu, diperkirakan akan sulit mendapatkan datanya lebih rinci.
Konflik Iran vs AS–Israel Diprediksi Berlanjut
Perang yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kini telah berlangsung selama hampir sepekan dengan intensitas serangan yang terus meningkat dari kedua belah pihak.
Sejumlah analis militer menilai konflik ini berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal, terutama karena kedua pihak masih memiliki kapasitas militer yang signifikan untuk melanjutkan operasi serangan maupun pertahanan.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun semakin tidak stabil, sementara komunitas internasional terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan ekonomi global.












