Saat Netanyahu Mengancam Hizbullah di TV, Roket dan Drone Langsung Hujani Israel Utara

favicon progres.id
drone ilustrasi
Ilustrasi drone yang siap diluncurkan (Istimewa)

PROGRES.ID – Ketegangan di perbatasan utara Israel memanas ketika sirene peringatan serangan udara tiba-tiba berbunyi di sejumlah wilayah saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tengah menyampaikan ancaman langsung kepada kelompok Hezbollah melalui siaran televisi.

Menurut laporan media berbahasa Ibrani, alarm serangan udara terdengar di beberapa kota di Israel utara, termasuk Kiryat Shmona, Misgav Am, dan Kfar Giladi, tepat saat pernyataan Netanyahu masih ditayangkan.

Sirene tersebut dipicu oleh serangan roket yang diluncurkan dari Lebanon selatan.

Hizbullah Luncurkan Drone Serang

Dalam pernyataan resminya, Hezbollah menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari operasi yang mereka kaitkan dengan peringatan Hari Quds Internasional.

Kelompok itu menyatakan para pejuangnya menargetkan permukiman Kiryat Shmona pada Jumat pagi sekitar pukul 10.30 waktu setempat menggunakan sejumlah besar drone serang.

Serangan tersebut disebut sebagai respons atas peringatan sebelumnya yang dikeluarkan oleh kelompok perlawanan terhadap permukiman Israel di wilayah Palestina utara yang diduduki.

Analisis Media Israel: Hizbullah Bangkit Lagi

Sementara itu, analis militer Israel dari media Yedioth Ahronoth, Yair Karous, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan jauh lebih kompleks daripada narasi kemenangan yang sering disampaikan pemerintah Israel.

Menurutnya, ketika staf umum militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), berfokus pada operasi pembunuhan komandan lapangan dan penghancuran infrastruktur Hizbullah, kelompok tersebut justru memanfaatkan waktu untuk melakukan konsolidasi kekuatan.

“Hizbullah sedang membangun kembali,” kata Karous.

Ia menjelaskan bahwa organisasi tersebut dilaporkan kembali memperkuat sistem rudal anti-tank, mengisi ulang persediaan rudal presisi, serta mempersiapkan kembali posisi tempur mereka di sepanjang perbatasan.

Ancaman Baru di Perbatasan Utara

Karous juga menilai bahwa saat pemerintah Israel terus menonjolkan keberhasilan operasi militer, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa Hizbullah telah berhasil menyelesaikan sebagian besar proses pemulihan militernya.

Sementara itu, warga di wilayah Galilea utara Israel masih menunggu proses rekonstruksi setelah konflik sebelumnya.

“Di balik pagar perbatasan, Hizbullah telah menyelesaikan pembangunan kembali dan kembali melancarkan serangan,” ujarnya.

Serangan roket dan drone terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan di front utara Israel masih jauh dari mereda dan berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *