Serangan ke Permukiman Teheran Picu Balasan Iran, Rudal Khorramshahr-4 Mengarah ke Bandara Ben Gurion

favicon progres.id
rudal khorramshahr
Rudal Iran Khorramshahr-4 (Credit: The Islamic Republik News Agency)

PROGRES.ID – Ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin memanas. Serangan terbaru dilaporkan menghantam kawasan permukiman padat di ibu kota Iran, Teheran, yang memicu respons militer cepat dari Teheran dengan meluncurkan rudal hipersonik terbaru mereka.

Permukiman Padat di Teheran Dilaporkan Jadi Sasaran

Menurut laporan yang beredar di sejumlah media regional, serangan udara yang dikaitkan dengan operasi militer AS-Israel menghantam wilayah padat penduduk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan banyak korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Pada hari pertama konflik yang pecah pada 28 Februari 2026, sebuah sekolah putri di Teheran disebut ikut terdampak serangan. Laporan yang beredar menyebut puluhan siswa perempuan menjadi korban dalam insiden tersebut.

Serangan terhadap kawasan sipil ini memicu kecaman luas dan memperburuk eskalasi konflik yang kini telah memasuki fase semakin intens.

Iran Balas dengan Rudal Hipersonik Khorramshahr-4

Sebagai respons, pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan peluncuran rudal hipersonik Khorramshahr-4 atau Karrar-4 menuju target strategis di Israel.

Target utama yang disebut dalam laporan adalah Bandara Ben-Gurion, bandara internasional utama yang berada di dekat Tel Aviv.

Rudal Karrar-4 dilaporkan membawa hulu ledak seberat sekitar satu ton, menjadikannya salah satu senjata dengan daya hancur besar dalam arsenal militer Iran.

Sebelumnya, sejumlah serangan rudal Iran juga telah menyasar berbagai kota di Israel, termasuk Yerusalem, Haifa, dan Tel Aviv, yang dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur cukup besar.

Perang Memasuki Hari Keenam

Konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel kini telah memasuki hari keenam, dengan intensitas serangan yang terus meningkat di berbagai wilayah Timur Tengah.

Dalam beberapa pernyataan militer yang beredar, Iran mengklaim telah menghancurkan sejumlah sistem radar canggih milik AS di kawasan Timur Tengah. Selain itu, Teheran juga menyatakan berhasil menembak jatuh lebih dari 41 drone militer Israel sejak konflik dimulai.

Iran juga mengklaim menjatuhkan beberapa jet tempur F‑15E Strike Eagle milik Israel. Salah satu pesawat tempur tersebut disebut ditembak jatuh di wilayah Iran pada 5 Maret 2026, sementara tiga lainnya dilaporkan jatuh akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait.

Eskalasi Konflik Timur Tengah

Perang Iran melawan koalisi AS-Israel kini menjadi salah satu krisis militer paling serius di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Serangan balasan yang terus berlangsung meningkatkan risiko konflik yang lebih luas dan berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik serta ekonomi global.

Para pengamat internasional menilai bahwa jika eskalasi ini terus berlanjut, konflik dapat meluas ke negara-negara lain di kawasan dan memicu dampak besar terhadap keamanan regional serta jalur perdagangan energi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *