PROGRES.ID – Sebuah sinagoga bersejarah milik komunitas Yahudi di Tehran dilaporkan hancur akibat serangan udara yang terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Otoritas Iran dan perwakilan komunitas setempat menyebutkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Bangunan tempat ibadah yang berada di kawasan permukiman itu dilaporkan rata dengan tanah, sementara sejumlah rumah di sekitarnya mengalami kerusakan berat. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut karena lokasi dalam keadaan kosong saat serangan terjadi.
Perwakilan komunitas Yahudi di parlemen Iran, Homayoun Sameyeh Najafabadi, menyatakan bahwa sinagoga tersebut memiliki nilai sejarah tinggi sebagai salah satu rumah ibadah Yahudi tertua di negara itu. Ia juga menyebut sejumlah gulungan kitab suci Torah yang tersimpan di dalam bangunan ikut hancur dan tertimbun reruntuhan.
Serangan terjadi bertepatan dengan perayaan Passover, salah satu hari besar dalam kalender Yahudi.
Sameyeh Najafabadi mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa komunitas Yahudi di Iran selama ini menentang tindakan yang dilakukan oleh Israel. Ia juga menuduh bahwa serangan tersebut menunjukkan sikap permusuhan terhadap Iran tanpa memandang aspek keagamaan.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Iran Abbas Salehi menyebut penghancuran sinagoga tersebut sebagai tindakan yang menyasar warisan peradaban dan situs keagamaan. Ia menilai serangan tersebut tidak hanya berdampak pada satu kelompok agama, tetapi juga mencerminkan eskalasi konflik yang menyasar masyarakat luas.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait tuduhan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai serangan balasan dari kedua belah pihak.












