PROGRES.ID – Pemerintah Spanyol mengecam keras serangan udara yang dilakukan Israel di Lebanon, yang dinilai melanggar hukum internasional serta kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang baru disepakati di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menyatakan bahwa serangan tersebut menunjukkan pengabaian terhadap komitmen gencatan senjata. Ia menyoroti intensitas serangan yang terjadi sehari sebelumnya.
“Israel mengabaikan gencatan senjata dan menjatuhkan ratusan bom di Lebanon, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” ujar Albares dalam pernyataannya di parlemen.
Spanyol dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu negara Barat yang paling vokal mengkritik operasi militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan, termasuk terhadap Iran dan Lebanon. Madrid bahkan telah menutup wilayah udaranya bagi pesawat yang terlibat dalam konflik tersebut, yang disebutnya sebagai tindakan ilegal dan tidak bertanggung jawab.
Di tengah ketegangan yang terus berlangsung, Albares juga mengumumkan langkah diplomatik terbaru dengan membuka kembali Kedutaan Besar Spanyol di Teheran.
Ia menyebut keputusan itu sebagai bagian dari upaya mendukung proses perdamaian di kawasan. Pemerintah Spanyol telah menginstruksikan duta besarnya untuk kembali bertugas dan mengaktifkan kembali perwakilan diplomatik di ibu kota Iran.
Menurut Albares, kehadiran diplomatik di Teheran diharapkan dapat memperkuat peran Spanyol dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur dialog.












