PROGRES.ID – Aktris Hollywood Sydney Sweeney kembali mencuri perhatian publik, kali ini bukan karena peran aktingnya, melainkan karena keterlibatannya dalam kampanye iklan jeans yang kontroversial serta pengungkapan afiliasi politiknya sebagai pemilih Partai Republik di negara bagian Florida.
Menurut laporan The Guardian, Sweeney terdaftar sebagai pemilih Partai Republik sejak 14 Juni 2024, tak lama setelah ia membeli properti di kawasan Florida Keys. Pendaftaran itu dilakukan beberapa minggu setelah Donald Trump—sesama pemilih Republik asal Florida—dinyatakan bersalah dalam kasus pemalsuan dokumen bisnis di New York, dan sebelum akhirnya terpilih kembali sebagai Presiden AS pada November 2024.
Kontroversi Politik Bukan Kali Pertama
Ini bukan kali pertama aktris Euphoria dan The White Lotus ini terlibat dalam perbincangan politik. Pada 2022, ia sempat dikritik karena menghadiri pesta ulang tahun ibunya, di mana beberapa tamu mengenakan atribut yang dianggap mirip dengan slogan kampanye “Make America Great Again” milik Trump. Saat itu, Sweeney meminta publik untuk tidak membuat asumsi berlebihan, dengan menekankan bahwa acara tersebut adalah “perayaan keluarga yang tak dimaksudkan sebagai pernyataan politik.”
Namun kini, dengan pendaftaran pemilihnya yang viral di media sosial, sebagian publik mengaitkannya dengan kontroversi baru yang muncul melalui kampanye iklan terbarunya.
Kampanye “Jeans” yang Menuai Reaksi Keras
Sweeney menjadi bintang iklan terbaru dari merek pakaian American Eagle. Kampanye tersebut menampilkan permainan kata “Sydney Sweeney has great genes” yang diganti menjadi “jeans” dalam berbagai visual promosi. Dalam salah satu video, Sweeney membahas tentang genetika sambil menyebutkan bahwa “jeans-nya berwarna biru”, diselingi dengan gaya penyampaian sensual yang menyoroti bentuk tubuhnya.
Sebagian warganet menilai kampanye tersebut tidak peka terhadap situasi politik saat ini, dan bahkan mengaitkannya dengan pesan yang dianggap menyerempet ideologi eugenika atau supremasi kulit putih. Salah satu video reaksi di TikTok yang viral menyebutkan bahwa kampanye ini “terdengar seperti propaganda Nazi”.
Dukung dan Kecaman Berdatangan
Sementara kritik datang dari kelompok progresif, pihak konservatif justru memuji Sweeney dan menyebutnya sebagai simbol perlawanan terhadap budaya “woke”. Juru bicara Donald Trump, Steven Cheung, menyebut bahwa serangan terhadap kampanye Sweeney adalah contoh “cancel culture yang kelewatan”.
Namun demikian, tidak semua pihak melihat isu ini dengan serius. Banyak warganet menilai bahwa reaksi terhadap Sweeney berlebihan. Salah satu akun X (dulu Twitter) dengan ratusan ribu pengikut menuliskan: “Tidak ada yang mencoba membatalkan Sydney Sweeney. Dan tidak ada yang peduli dia Republikan.”
Efek pada Brand dan Pasar
Alih-alih terkena dampak negatif, American Eagle justru dikabarkan mengalami lonjakan saham setelah merilis kampanye tersebut. Dalam pernyataan resminya, brand tersebut menegaskan bahwa pesan dalam kampanye mereka sepenuhnya fokus pada produk. “’Sydney Sweeney Has Great Jeans’ memang tentang jeans. Tentang cerita dan gayanya,” ujar perwakilan perusahaan.
Hal ini menjadi kontras yang mencolok dibandingkan dengan kampanye Bud Light tahun 2023, yang sempat memicu boikot besar-besaran setelah menggandeng influencer transgender Dylan Mulvaney. Kampanye itu berdampak buruk terhadap penjualan dan posisi Bud Light di pasar.
Sumber: The Guardian












