Home / Internasional

Senin, 21 Desember 2020 - 11:56 WIB

Trump Ingin Mahkamah Agung Batalkan Hasil Pemilu Pennsylvania

Donald Trump dan Melania Trump (Foto: Kstp.com)

Donald Trump dan Melania Trump (Foto: Kstp.com)

Tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah mengajukan sebuah petisi ke Mahkamah Agung, sebagai upaya untuk membatalkan hasil pemilihan presiden 3 November.

Petisi yang dirilis pada Minggu (21/12) berusaha membatalkan tiga kasus di Mahkamah Agung negara bagian Pennsylvania yang terkait dengan pengiriman suara lewat pos.

Baca Juga |  Gubernur Rohidin: Pergantian Tahun Baru Nanti di Rumah Saja

Sangat kecil kemungkinan pengadilan tertinggi itu akan membatalkan hasil pemilu berdasarkan tuduhan tak berdasar terkait kecurangan pemilu. Selain itu, tuntutan itu juga tidak akan mengubah hasil akhir.

Presiden terpilih Joe Biden akan tetap menjadi pemenang, tanpa Pennsylvania sekalipun, karena selisih kemenangannya besar.

Baca Juga |  Dini Hari, Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Provinsi Bengkulu

Tim kampanye Trump dan sekutu-sekutunya hingga kini telah mengajukan sekitar 50 gugatan hukum, menuduh terjadinya kecurangan suara besar-besaran. Hampir semua gugatan itu telah ditolak atau dibatalkan, karena tidak ada bukti yang mendukung. [vm/pp]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Internasional

Pelantikan Donald Trump Akan Jadi yang Paling “Terboikot” Sepanjang Sejarah Amerika
Gita Gopinath

Internasional

IMF Sebut Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah Sejak Krisis Keuangan Global
Kimia Alizadeh Zenoorin

Berita Utama

Jadi Kontroversi di Iran, Kini Ia Putuskan Tak Berhijab Lagi, Begini Kontroversi Shoreh Bayat
atlet Asian Games

Berita Utama

Skors Dicabut Sementara, Kuwait Bisa Ikut Asian Games
Joe Biden

Internasional

Hasil Pilpres Disertifikasi, Biden Dipastikan Jadi Presiden AS ke-46

Berita Utama

Kasus Terbunuhnya Kim Jong Nam, Masih Terlalu Dini Untuk Disimpulkan
Muhammad Ali

Internasional

Petinju Legendaris Dunia Muhammad Ali Tutup Usia
rokok elektronik

Humaniora

WHO Serukan Perketat Penggunaan Rokok Elektronik
error: Konten ini dirpoteksi !!