PROGRES.ID – Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, menyampaikan pernyataan tajam mengenai posisi Amerika Serikat di dunia. Dalam sebuah podcast terbaru, ia menyebut bahwa era “kekaisaran global Amerika” dan tatanan dunia unipolar yang selama ini dipimpin Washington pada dasarnya sudah mendekati akhir.
Carlson menggambarkan perubahan ini sebagai berakhirnya sebuah era besar yang dulu sangat kuat, namun kini menurutnya sudah jauh berubah dan tidak lagi seperti masa kejayaannya. Ia menilai kemunduran tersebut bukan sesuatu yang tiba-tiba, melainkan akibat dari masalah mendasar dalam sistem yang menurutnya dibangun di atas ketidakjujuran. Ia berpendapat bahwa kebohongan yang menopang sistem tersebut pada akhirnya akan terbongkar, dan ketika itu terjadi, sistem tersebut akan runtuh dengan sendirinya.
Selain menyoroti geopolitik, Carlson juga mengkritik perubahan budaya dan agama di Amerika. Ia menyinggung perubahan dalam tradisi Kristen Protestan Amerika yang menurutnya pernah menjadi kekuatan moral besar dalam sejarah dunia, tetapi sejak berakhirnya Perang Dunia II disebutnya telah berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi sama.
Menurut Carlson, kemunduran politik dan perubahan budaya tersebut menjadi tanda bahwa fondasi kekuatan Amerika perlahan melemah. Pernyataannya kemudian memicu perdebatan di kalangan politik dan ekonomi, terutama terkait kemungkinan berkurangnya peran Amerika di panggung global.
Sejumlah pengamat menilai bahwa jika peran global Amerika Serikat sedang menurun, maka dampaknya bisa besar terhadap kebijakan ekonomi, perjanjian perdagangan, hingga aliansi militer di berbagai kawasan. Pernyataan Carlson muncul di tengah meningkatnya persaingan global dan perdebatan di dalam negeri Amerika mengenai sejauh mana negara itu harus terlibat dalam urusan dunia.
Carlson juga sebelumnya sempat menyinggung situasi politik di Kanada, yang menurutnya menunjukkan kecenderungan pemerintahan yang semakin represif. Meski bukan fokus utama dalam pernyataan terbarunya, pandangan tersebut menunjukkan bahwa kritiknya tidak hanya ditujukan pada Amerika, tetapi juga pada struktur politik di kawasan Amerika Utara secara umum.
Sebagai gambaran, beberapa analis menunjukkan bahwa porsi ekonomi Amerika terhadap PDB global memang mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir, dari sekitar 40 persen pada 1960-an menjadi sekitar 24 persen pada 2025. Penurunan ini sering disebut sebagai salah satu indikator munculnya dunia multipolar, di mana kekuatan global tidak lagi didominasi oleh satu negara saja, melainkan terbagi ke dalam beberapa kekuatan besar dunia.












