PROGRES.ID, BEIRUT – Hari pertama gencatan senjata sementara antara Israel dan Lebanon langsung diwarnai insiden baru di wilayah selatan Lebanon. Seorang warga terekam memanjat benteng bersejarah Qalaat al-Shaq, menurunkan bendera Israel, lalu melemparkannya dari puncak bangunan.
Rekaman video yang beredar pada Jumat memperlihatkan aksi tersebut di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda setelah kesepakatan penghentian sementara pertempuran mulai berlaku pada tengah malam.
Media Lebanon melaporkan unit militer Israel sempat memasuki area benteng itu sebelum mundur. Pasukan tersebut disebut menaikkan bendera Israel dan memasang kamera tenaga surya di lokasi.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel Defense Forces terkait laporan tersebut.
Warga Beirut Rayakan Gencatan Senjata
Sementara itu, suasana berbeda terlihat di pinggiran selatan Beirut. Tembakan ke udara terdengar saat warga merayakan dimulainya gencatan senjata.
Sejumlah warga menyambut jeda konflik dengan sukacita dan berharap situasi keamanan segera pulih setelah berminggu-minggu ketegangan.
Trump Klaim Berperan dalam Kesepakatan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan tercapai setelah komunikasi langsung dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Kepresidenan Lebanon mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas upaya mediasi untuk menjaga stabilitas kawasan.
Trump juga menyatakan Israel dilarang melanjutkan pemboman di Lebanon selama masa gencatan senjata.
Netanyahu Sebut Peluang Perdamaian
Netanyahu mengatakan penghentian sementara konflik bisa menjadi pintu menuju kesepakatan yang lebih besar antara Israel dan Lebanon.
Ia menyebut jalur menuju perdamaian masih panjang, namun untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun wakil kedua negara mulai melakukan komunikasi langsung.
Meski begitu, Netanyahu menegaskan operasi terhadap Hizbullah belum sepenuhnya berakhir.
Serangan Dilaporkan Masih Terjadi
Di tengah pernyataan politik tersebut, media Lebanon melaporkan satu orang tewas akibat serangan drone Israel yang menargetkan sepeda motor di wilayah selatan negara itu.
Insiden ini memunculkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata masih sangat rapuh dan bisa runtuh sewaktu-waktu.
Hormuz Dibuka Kembali
Di sisi lain, Iran mengumumkan pembukaan penuh jalur pelayaran di Strait of Hormuz untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan lalu lintas kapal akan berjalan melalui rute yang telah dikoordinasikan.
Trump menyambut langkah tersebut dan menyebut pembukaan Hormuz sebagai perkembangan positif bagi pasar energi global.
Situasi Masih Rentan
Meski pertempuran mereda sementara, rangkaian insiden di Lebanon dan ketegangan di jalur energi utama dunia menunjukkan kawasan Timur Tengah masih berada dalam kondisi rentan.
Para pengamat menilai keberhasilan gencatan senjata akan sangat bergantung pada kepatuhan semua pihak terhadap kesepakatan dan hasil negosiasi lanjutan dalam beberapa hari ke depan.












