Kolom  

Perubahan atau Lanjutkan, Slogan Awam Calon Pemimpin Pilkada 2024

Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid

favicon progres.id
abdul rasyid al jamil
Abdul Rasyid Al Jamil (Foto: Dok. Pribadi)

PROGRES.ID – Kurang lebih dua bulan lagi, pilkada serentak akan dilaksanakan, tepatnya tanggal 27 November 2024. Hal ini menjadi ajang pertarungan yang panas antara pasangan calon agar bisa menduduki kursi orang nomor satu di satu daerah misalnya di kabupaten/kota maupun gubernur.

Dalam pemilihan kepala daerah ini biasanya tensi menjelang pemilihan sangat panas. Hal ini yang membuat pillkada serentak adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di suatu daerah. Masyarakat juga sering membandingkan salah satu calon bahkan mempunyai calon masing-masing.

Masyarakat adalah kunci dari suksesnya pemilihan pilkada kali ini. Semakin banyak partisipasi masyarakat untuk memilih semakin sukses pilkada di suatu daerah. Sosialisasi perlu ditingkatkan oleh penyelenggara agar masyarakat selalu hadir di TPS saat pelaksanaan pilkada.

Di dalam pelaksanaan pilkada, tidak hanya penyelenggara melakukan sosialisasi di tengah masyarakat, pasangan calon juga gencar melakukan kampanye baik itu turun lansung ke tengah masyarakat bahkan sampai media sosial sangat dimasifkan pergerakan melalui tim sukses pasangan calon.

Dari hal itu, muncul cara-cara yang digunakan oleh pasangan calon agar bisa menarik simpati masyarakat. Salah satu caranya adalah pemasangan spanduk, banner di tengah jalan bahkan umbul-umbul yang berada di sepanjang jalan utama di daerah masing-masing pasangan calon.

Makanya penulis sering melihat pasangan calon yang memiliki slogan menarik agar masyarakat bisa menaruh simpati kepada pasangan calon tersebut. Spanduk/banner tersebut memiliki tampilan yang menarik biasanya terdiri dari nomor urut pasangan calon, foto yang menarik, desain yang menarik bahkan kata-kata yang menarik.

Dari spanduk/banner tersebut penulis sering melihat dari pasangan calon tertera slogan perubahan atau lanjutkan. Perubahan atau lanjutkan seperti ini adalah slogan awam yang digunakan pasangan calon dalam spanduk/banner tersebut.

Mengapa demikian? Karena pasangan calon biasanya ada yang sudah menjadi petahana dan juga ada yang baru menjadi pasangan calon kepala daerah. Hal ini yang selalu menarik dinanti masyarakat. Karena lanjutkan atau perubahan adalah slogan awam yang bahkan semua masyarakat mengetahui pasangan calon tersebut.

Kita bisa menilik, bahwa petahana selalu memiliki slogan lanjutkan karena biasanya pasangan calon tersebut ingin kembali menduduki kursi nomor satu di daerah tersebut. Dalam hal ini pasangan calon memiliki banner/spanduk yang sudah meraja lela di daerah dilaksanakan oleh pasangan calon tersebut. Bahkan di dalam media sosial pasangan calon beserta tim sukses pasangan calon tersebut sering juga membuat slogan lanjutkan di tengah-tengah masyarakat.

Penulis juga tidak bisa memungkiri bahwa tidak semua calon petahana yang memiliki slogan lanjutkan tetapi mayoritas calon dari petahana kepala daerah ini memiliki slogan lanjutkan karena sudah pernah menduduki kursi panas sebelumnya.

Slogan awam yang kedua adalah perubahan. Hal ini biasanya dipakai oleh pasangan calon yang baru atau tidak menjadi petahana kepala daerah tersebut. Hal ini yang membuat setiap pasangan calon yang baru tentu membawa embel-embel perubahan di tengah masyarakat. Perubahan ini adalah slogan yang ada di spanduk/banner yang ada di tengah masyarakat. Slogan awam ini tentu tidak dipakai oleh semua pasangan calon baru tetapi slogan perubahan ini adalah salah satu kata-kata yang tertera di spanduk/banner bahkan di media sosial.

Biasanya perubahan atau lanjutkan seringkali kita melihat pilkada yang sudah ditetapkan pasangan calonnya secara head to head. Berbeda dengan pasangan calon yang memiliki tiga pasangan calon bahkan lebih.

Di Indonesia pasangan calon petahana seringkali memiliki mitos sulit dikalahkan, makanya pelaksanaan pilkada yang head to head biasanya adalah pasangan calon petahana dengan penantang bari bahkan ada juga dari penantang lama. Tidak semua pasangan calon yang head to head melawan petahana, tetapi kebanyakan calon kepala daerah masih percaya dengan petahana sulit dikalahkan. Makanya slogan dari pasangan calon yang tidak head to head ini dibuat semakin menarik.

Untuk itu, kita sebagai masyarakat tentu melihat pertarungan panas antara kepala daerah. Banyak cara yang dilakukan pasangan calon agar bida meraup suara masyarakat. Banner, baliho, spanduk bahkan umbul-umbul di sebarkan di tengah masyarakat dengan slogan-slogan yang menarik. Maka menurut penulis sepanas apapun pilkada saat ini, pilkada tetap ada pemenangnya.

Siapapun yang menang baik itu jagoan kita atau bukan, itu adalah kemenangan daerah kita. Karena setiap pemimpin tentu memiliki amanah dan ingin menjadi yang terbaik untuk daerah yang dicintainya. Terlepas dari slogan dan cara apapun pemimpin daerah kita itu yang menjadi yang terbaik di tengah masyarakat.

Penulis Adalah Abdul Jamil Al Rasyid Lahir di Padang Pariaman, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *