PROGRES.ID, PARIS – Nama Désiré Doué kini resmi tercatat dalam sejarah sepak bola dunia. Pemain muda berbakat asal Prancis itu dinobatkan sebagai European Golden Boy Absolute Best 2025, mengalahkan sejumlah talenta muda top Eropa lainnya. Tak hanya prestasinya yang mencengangkan, bahkan namanya sendiri seolah telah menubuatkan masa depannya — “Doué” dalam bahasa Prancis berarti berbakat, sementara “Désiré” berarti yang diinginkan.
Menukil europeangoldenboy.com, Doué lahir di Angers, Pays de la Loire, dari ayah asal Pantai Gading dan ibu berkebangsaan Prancis, Doué telah menjelma menjadi fenomena sepak bola dunia di usia baru 20 tahun. Tahun 2025 menjadi puncak kariernya sejauh ini, penuh trofi dan rekor luar biasa bersama Paris Saint-Germain (PSG).
Musim Sempurna: Juara di Semua Kompetisi Besar
Sejak awal tahun, Doué sudah tampil gemilang bersama PSG. Ia menjuarai Trophée des Champions di Doha setelah menumbangkan AS Monaco, disusul gelar Ligue 1, Coupe de France, hingga Liga Champions UEFA 2025 dan Piala Super Eropa.
Satu-satunya trofi yang luput hanyalah Piala Dunia Antarklub di New Jersey, di mana PSG harus puas sebagai runner-up. Namun, Doué tetap pulang dengan medali perak dan status pemain muda paling berpengaruh di turnamen tersebut. Bersama Timnas Prancis, ia juga menyumbang medali perunggu UEFA Nations League, setelah mengalahkan tuan rumah Jerman di Stuttgart.
Final Liga Champions Jadi Panggung Legenda Baru
Puncak magis Doué terjadi pada 31 Mei 2025 di Munich. PSG menghancurkan Inter Milan dengan skor 5-0 di final Liga Champions, kemenangan pertama mereka di kompetisi paling bergengsi Eropa yang sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-70 turnamen tersebut.
Doué menjadi bintang utama laga itu. Ia mencatat satu assist brilian untuk Achraf Hakimi, lalu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan PSG bahkan sebelum babak pertama berakhir. UEFA pun menobatkannya sebagai Player of the Match, menjadikannya pemain termuda yang menerima penghargaan tersebut dalam final Liga Champions.
Bersinar di Timnas, Dapat Kepercayaan dari Deschamps
Pelatih Didier Deschamps kini menjadikan Désiré Doué sebagai andalan baru di lini tengah Les Bleus. Meski sempat diganggu cedera, Doué sudah mengoleksi lima caps bersama timnas senior Prancis.
Menariknya, Doué dan Deschamps berbagi inisial yang sama — “DD” — yang oleh media Prancis dijuluki Dedé Connection. Ia mengenakan nomor punggung 14, angka legendaris yang dulu dipakai Johan Cruyff, namun ia mengaku memilihnya untuk menghormati Blaise Matuidi, mantan gelandang Juventus dan PSG yang kini menjabat Direktur Olahraga Miami City.
“Itu bentuk penghormatan saya kepada sosok pekerja keras yang selalu memberi segalanya untuk PSG,” ujar Doué dalam wawancara usai menerima trofi Golden Boy 2025.
Kontrak Panjang, Cedera, dan Masa Depan yang Cerah
Doué saat ini masih terikat kontrak dengan PSG hingga 2029 dengan gaji sekitar €6 juta per tahun. Ia diwakili oleh agen ternama Moussa Sissoko, yang juga menaungi Ousmane Dembélé dan Kolo Muani. Namun, berbagai rumor transfer sudah mulai bermunculan — beberapa klub elite Eropa dikabarkan tengah memantau situasinya.
Sayangnya, kebahagiaan Doué sedikit terganggu setelah mengalami cedera hamstring kanan saat pertandingan melawan Lorient pekan lalu. Meski sempat membuat panik fans PSG, tim medis memastikan cedera itu tidak separah yang dikhawatirkan. Doué hanya diperkirakan absen sekitar delapan minggu dan akan menjalani pemulihan di Aspetar New Recovery Center, Doha, fasilitas rehabilitasi olahraga terbaik di dunia yang juga pernah digunakan oleh Erling Haaland dan Dembélé.
Simbol Generasi Baru Sepak Bola Prancis
Dengan bakat luar biasa, kedewasaan bermain, dan mental juara di usia muda, Désiré Doué diyakini akan menjadi ikon baru sepak bola Prancis dalam dekade mendatang. Tahun 2025 menjadi pembuktian bahwa dunia sepak bola Eropa kini punya bintang muda baru — bukan sekadar “yang diinginkan,” tapi juga benar-benar dikaruniai bakat istimewa.
***












